BOGOR | LIPUTAN12 – Sebagai salah satu Infrastruktur kesejahteraan sosial, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) yang selama ini membantu pemerintah daerah Kabupaten Bogor dalam mendampingi masyarakat atau warga pemerlu pelayanan sosial yang membutuhkan pertolongan sosial, dilatih kewirausahaan bidang Tata Boga. Hal ini sejalan dengan program pemerintah pusat maupun daerah dalam rangka pemulihan ekonomi nasional.
Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 12 hingga 14 Desember 2022 ini, diikuti 25 peserta yang berasal dari 5 orang perwakilan pengurus Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kabupaten Bogor, dan 20 orang dari IPSM Kecamatan Citeureup, Jasinga, Bojonggede dan Kecamatan Ciawi.

Pada kegiatan pelatihan ini para peserta dilatih langsung oleh Instruktur Tata Boga dari CV. Hegar Sari Catering, dan Motivator Kewirausahaan dari PT. AAPC Indonesia.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bogor yang diwakili Sekretaris Dinas Drs. Supriadi menyampaikan, pemberdayaan sosial potensi sumber kesejahteraan sosial pada saat ini diarahkan kepada peningkatan kemampuan berwirausaha bagi para pekerja sosial masyarakat yang telah memiliki embrio usaha di bidang Tata Boga, khususnya pembuatan kue yang dilihat memiliki peluang yang cukup terbuka dalam pengembangan usaha ke depannya.
Di sisi lain, lanjut Sekdis, kabupaten Bogor sebagai salah satu tujuan wisata dan banyak berdirinya hotel-hotel, tentunya akan membuka peluang dalam perkembangan usaha tata boga khusus di bidang pembuatan kue, baik yang bisa dikonsumsi di tempat maupun sebagai cindera mata ketika pulang ke daerahnya kembali.
“Oleh sebab itu, kepada para peserta diminta untuk tidak ragu-ragu bertanya dan betul-betul memanfaatkan pelatihan ini sebagai bekal untuk meningkatkan keterampilan dan wawasan dalam industri di bidang Pasteri,” kata Drs. Supriadi dalam sambutannya saat membuka kegiatan di Hotel Amarsya Cisarua, Puncak Bogor, Senin, 12 Desember 2022.
Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Bogor Drs. Dian Mulyadiansyah mengatakan, melalui pelatihan yang singkat ini diharapkan para PSM mampu mengembangkan usahanya secara kwalitas dan menyesuaikan dengan pangsa pasar kekinian sesuai dengan perkembangan usaha di bidang Kuliner, sehingga mampu menambah nilai pendapatannya tanpa harus meninggalkan kegiatan selaku pekerja sosial.
“Kami berharap, setelah mengikuti pelatihan ini para PSM mampu mengembangkan usahanya, sehingga dapat menambah nilai pendapatannya tanpa harus meninggalkan kegiatan selaku pekerja sosial,” kata Dian Mulyadiansyah saat ditemui wartawan usai pembukaan kegiatan.