SUMENEP | LIPUTAN12 – Intensitas hujan cukup tinggi dalam sepekan ini mengguyur Kabupaten Sumenep hingga mengakibatkan dua Desa di dua kecamatan mengalami banjir, di antaranya desa Patean kecamatan Batuan dan desa Nambakor kecamatan Saronggi.

Akibatnya, tanaman padi milik petani yang ada di wilayah Kecamatan Batuan terancam membusuk jika banjir tak kunjung surut.

Para petani setempat mengaku pasrah tak bisa berbuat banyak dan bersiap-siap menanggung rugi akibat gagal panen.

Pantauan media liputan12.id di lokasi, nampak puluhan hektar tanaman padi terendam banjir, seperti yang terjadi di Desa Patean Kecamatan Batuan.

Padi-padi petani yang rata-rata baru menanam sekitar satu pekan ini terendam dan hanyut. Bahkan, beberapa benih padi yang siap tanam terbawa air banjir menumpuk di saluran pembuangan.

EL (Inisial) salah satu petani setempat mengatakan, banjir di lahan persawahan itu sudah menjadi langganan setiap musim hujan, pihaknya mengalami kerugian besar. Dan ia mengaku baru menanam bibit padi, bisa-bisa tanaman tersebut mati (busuk) kalau sampai tiga hari tetap tergenang.

“Untuk bantuan masih diajukan oleh Kepala Desa di sini,” kata El ketika ditemui liputan12, Jumat (08/01/2021)

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Sumenep Abd Rahman Riadi mengatakan, selama ini dua lokasi tersebut sudah menjadi peta rawan terjadi genangan air.

Ia menyebutkan, area tersebut merupakan daratan rendah sehingga ketika ada hujan yang cukup tinggi menyebabkan kali Saroka dan kali Anjuk meluap.