JAKARTA I LIPUTAN12 - PT PLN (Persero) terus dirundung berbagai isu negatif, khususnya terkait jeratan korupsi yang kini menjadi sorotan aparat penegak hukum.
Bahkan pada Selasa, 18 Maret 2025 kemarin, penyidik Koprs Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri yang tengah mengusut tiga kasus dugaan korupsi, mulai memeriksa sejumlah pejabat PLN Pusat.
Menurut informasi, salah satu kasus yang menjadi target terkait dugaan monopoli proyek vendor PLN, PT Sahitya Amartya Konsultama (SAK) di Divisi Komunikasi.
Belakangan muncul pula nama vendor lain yang juga menjadi anak emas PLN yakni PT Diwangsa Nyala Kreatif (DNK). Perusahaan Event Organizar (EO) yang berkedudukan di Semarang ini, ternyata memiliki chemistry yang kuat dengan sejumlah pejabat PLN.
Tak heran, disebut-sebut, urusan proyek promosi di Divisi Retail dan Niaga PLN Pusat serta di subholding PLN Icon Plus yang nilainya mencapai miliaran rupiah, selalu menggunakan PT DNK.
Berdasarkan hasil investigasi, kedekatan DNK dengan pejabat di PLN Pusat, sepertinya bukan sekadar isapan jempol belaka. Indikasi itu terlihat dari postingan story Intagram @utybonita pada Selasa (18/3/2025) yang mengucapkan terima kasih karena diberi hadiah berupa hampers berisi handuk Howel & Co.
"Thank You mas @cemmyrqharjo dan tim @diwangsanyalakreatif" tulis Uty Bonita dalam postingan storynya itu.
Seperti diketahui, Cemmy Raharjo, bernama asli Angga Chalimi Arif Raharjo (34), yang menjabat sebagai Direktur PT DNK.
Sedangkan Uty Bonita diketahui pegawai PLN Haleyora Power yang ditugaskan di PLN Icon Plus alias Sub Holding PLN. Dia dikenal sebagai artis eks personel JKT48 yang bersuamikan Pratama Adhi Suseso, pejabat prohire PLN yang kini diberi jabatan empuk sebagai Executive Vice Presiden termuda di PLN yang menduduki jabatan EVP Management Digital (MDG).