SUMENEP|LIPUTAN12 – Polemik adanya dugaan praktik pungli (pungutan liar) hingga jutaan rupiah untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2020 di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Sumenep tanpa melalui kesepakatan wali murid hanya melalui edaran, terus bergulir.
Pasalnya, pengakuan dari salah satu wali murid, di mana tanpa adanya rapat dan kesepakatan bersama dengan wali murid, cuma diumumkan kepada siswa saja, itu pun melalui pesan singkat WhatsApp.
Soengkono Sidik selaku Ketua Komite SMAN 1 Sumenep, saat dikonfirmasi terkait polemik persoalan tersebut, hingga saat ini terkesan enggan memberikan keterangan. Sebab saat beberapa kali dihubungi Media liputan12.id bersama tim media lainnya terkesan menghindar.

Foto: Drs. Sukarman, Kepala Sekolah bersama Soengkono, Ketua Komite SMAN 1 Sumenep
Sementara salah satu dari pengurus Komite SMAN 1 Sumenep saat dikonfirmasi di ruang kerjanya terkait polemik penarikan biaya PPDB tersebut tidak bisa menjelaskan dan memberikan klarifikasi karena mengaku terpusat di ketua komite.
“Itu langsung terpusat di pak Soengkono (Ketua Komite-red). Karena ketuanya itu pak Soengkono,” terang. Abd Kahir, Sekretaris Komite SMAN 1 Sumenep saat ini menjabat Camat Gapura Sumenep, pada Senin (31/8/2020) Lalu.
Terungkapnya penarikan biaya PPDB di salah satu SMA Negeri Ternama yang ada di pulau madura paling ujung timur, tepatnya di Kota Keris yang mengindikasikan pada pungutan liar tersebut berdasarkan pengakuan dari salah satu wali murid atau orang tua siswa.
NFA (Inisial), salah satu orang tua siswa kepada awak media, dengan nada geram ia menjelaskan, biaya PPDB yang dibebankan tanpa adanya rapat dan tidak ada kesepakatan bersama dengan wali murid itu dengan jumlah rincian keuangan untuk seragam dan atribut sekolah yang terdiri dari sembilan item katagori total Rp. 1.497.500 untuk Putra dan Rp. 1.572.500 khusus Putri yang dikeluarkan melalui Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Harapan Mekar, dan sesuai juga selembaran bukti kertas yang diterima Media Liputan12.id dan sejumlah tim media yang menyikapi persoalan PPDB di SMAN 1 Sumenep.