Foto: Mohammad Hanafi, S.IP, Camat Saronggi Kabupaten Sumenep
LIPUTAN12.ID|SUMENEP – Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur setelah merabaknya pandemi covid-19 tetap bertahan sebagai daerah hijau di antara daerah lainnya di Jawa Timur yang berada di zona merah dan kuning. Tak satu pun kasus covid-19 yang terkonfirmasi. Padahal kabupaten ujung timur Madura ini adalah kabupaten tujuan dari setiap pemudik atau pengunjung yang ada.
Kebertahanan Sumenep sebagai zona hijau, tentu tidak mudah, apalagi sebagai daerah tujuan. Ini tentu harus ada sinergi dan kerja sama yang baik serta kesadaran partisipasi masyarakat dalam memerangi covid-19.
Berbagai upaya dilakukan untuk mencegah penularan covid-19, seperti yang dilakukan oleh Pemerintah Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep.

Camat Saronggi, Mohammad Hanafi, S.IP menyatakan, dalam mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19) ke wilayah kecamatan Saronggi, kami sudah menyediakan posko dan meminta setiap desa yang ada wilayahnya untuk proaktif.
“Jadi, kami di tingkat kecamatan sudah membentuk semacam satgas juga yang terdiri dari Forkopimka, Puskesmas dan sebagian tokoh masyarakat,” kata Hanafi saat ditemui liputan12.id di kantornya, Rabu (15/4/2020).
Dikatakannya, semua Kepala desa di kecamatan Saronggi kompak membuat slogan melalui banner tentang pencegahan, penanggulangan dan dampak dari covid-19 di desa masing-masing. Semua kepala desa diwajibkan mengindentifikasi penduduk yang pulang kampung atau mudik dan pendatang.
“Bahkan, semua kepala desa di Kecamatan Saronggi sudah membuat posko covid-19 dengan surat keputusan pengangkatan satgas covid-19 di masing-masing desa,” ujar Camat.
“Posko Covid-19 yang disediakan Kecamatan Saronggi selalu standby melakukan pemantauan-pemantauan penanganan. Karena di situ juga di setiap desa sudah ada Polindes. Tapi kalau seandainya tidak bisa ditangani Polindes kita rujuk ke Puskesmas,” sambungnya.