JAKARTA | liputan12 – Ketua Umum Kaukus Muda Anti Korupsi (KAMAKSI) Joko Priyoski mengungkapkan, bila kita mengamati situasi nasional saat ini dan memang jelas terlihat bahwa kondisi bangsa kita sedang tidak baik-baik saja.
Hal itu menurutnya, ditandai dengan perpecahan pemuda yang sampai saat ini sulit untuk bersatu, KNPI sebagai simbol persatuan pemuda yang lahir pada tahun 1973 hingga kini masih terpecah belah dan sulit untuk disatukan. Berbagai macam versi KNPI bermunculan dan saling mengklaim pun terjadi.
“Fenomena ini terjadi tidak terlepas dari dugaan gagalnya Zainuddin Amali sebagai Menpora untuk menyatukan Pemuda. Sudah selayaknya Zainuddin Amali dicopot dari Menpora, karena dia tidak mampu menjadi pemersatu pemuda Indonesia,” kata Joko Priyoski melalui rilis tertulisnya yang diterima redaksi, Selasa (12/4/2022) malam.
“Dilihat dari sisi usia, dia sudah terlalu berumur untuk mengurusi dunia kepemudaan dan olahraga. Bahkan, tidak terlihat andil sama sekali untuk mengurusi dan menyatukan perpecahan pemuda saat ini,” lanjut pria yang akrab disapa Jojo ini.
Dia mencontohkan, Bung Karno pernah berkata “Beri Aku 10 Pemuda Maka Akan Kuguncang Dunia.” Tapi bila wadah simbol pemuda dibiarkan pecah seperti kondisi saat ini maka sudah sepatutnya kita bertanya apa saja yang sudah dikerjakan Menpora saat ini, apakah sibuk “tidur siang” atau entah apa yang diurusnya?
“Reshuffle Zainuddin Amali dari Menpora adalah sebuah pilihan tegas yang harus diambil Presiden Jokowi,” tegas Jojo.
Alumni KNPI dan Eksponen Aktivis ’98 ini mengatakan, bila kita tarik ke atas ada beberapa Menteri lagi yang dinilai kurang mampu menjalankan tugasnya alias “Menteri Raport Merah.” Antara lain Erick Thohir yang dianggap tidak fokus menjalankan tugasnya sebagai Menteri BUMN malah dia sibuk mencari “Panggung Politik” untuk 2024.
“Kami menilai Erick Thohir Gagal dalam menjalankan tugasnya sebagai Menteri BUMN indikatornya ada Mantan Napi Korupsi yang menjabat Komisaris BUMN dan banyak perusahaan BUMN memiliki jumlah hutang yang fantastis disebut sebut sebagai kegagalan kinerja Erick Thohir sebagai Menteri BUMN,” sebutnya.
Ia menambahkan, ada lagi Menteri-Menteri yang menciptakan kegaduhan di awal dengan Wacana 3 Periode, yaitu Menko Marves Luhut BP. dan Bahlil Lahadalia Menteri Investasi/Kepala BKPM. Wacana 3 Periode itu akhirnya menjadi “Bola Panas” yang diduga ditunggangi Kelompok Intoleran dan Anti Pemerintah untuk merusak Stabilitas Nasional Negara kita.