Foto: Trisno, Ketua Front Keluarga Mahasiswa Sumenep (FKMS).
LIPUTAN12.ID|SUMENEP – Pernyataan Ketua DPRD Kabupaten Sumenep, Abd. Hamid Ali Munir yang secara tegas membantah beredarnya kabar ada 4 pasien terkonfirmasi positif virus Corona (Covid-19) asal Sumenep yang sudah viral di medsos sejak Jumat 24 April 2020 sore, mendapat respon negatif dari tokoh masyarakat kota Sumenep. Salah satunya dari Trisno, seorang Aktivis Muda Front Keluarga Mahasiswa Sumenep (FKMS).
Trisno sangat menyayangkan pernyataan ketua DPRD Sumenep. Menurutnya, kenapa pernyataan beliau itu tidak sesuai dengan fakta yang ada. Mestinya kalau memang ada warga sumenep yang terkonfirmasi positif corona, jangan bilang tidak ada.
“Jangan hanya pencitraan terus yang harus dibuat pernyataan. Lebih baik terbuka jangan sampai ada yang ditutup tutupi daripada kita kecolongan seperti ini,” kata Trisno selaku ketua FKMS kepada liputan12. id, Jumat (24/4/2020) malam.
Foto: KH. Abdul Hamid Ali Munir, Ketua DPRD Sumenep.
Pria asal kecamatan Rubaru ini pun berharap masyarakat sumenep harus tetap waspada, harus tenang dan jangan panik. Pihaknya juga mengajak semua elemen berperan aktif memutus mata rantai penyebaran Virus Corona dengan menerapkan Phsycal Distancing, menggunakan masker dan mematuhi protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.
“Kepada masyarakat Sumenep, kami berharap agar bisa bersama-sama menjaga dan waspada untyk mencegah mata rantai penyebaran virus corona ini. Jika tidak ada upaya kita bersama, maka ini akan berbahaya. Jangan sampai meremehkan anjuran pemerintah untuk mencegah covid-19 ini, karena virus ini bisa menghilangkan nyawa kita,” tandasnya.
Diketahui sebelumnya bahwa, Ketua DPRD Sumenep Abd. Hamid Ali Munir yang juga wakil Ketua Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Penangan Covid-19 Sumenep, secara tegas membantah beredarnya kabar, ada 4 pasien positif Corona asal Sumenep yang sudah viral di media sosial (medsos) sejak Jumat sore.
Dalam pesan suaranya (voice note), ketua DPRD Sumenep menyatakan bahwa, kabar yang beredar di Sumenep bahwa ada 4 pasien terkonfimasi positif covid-19 itu tidak benar.