KOTA BOGOR|LIPUTAN12 – Guna mempercepat pendistribusian pemasangan lampu Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) yang merupakan bagian dari program Indonesia Terang yang digagas PT Imza Rizky Jaya, Yayasan Komunitas Kritis Indonesia (YKKI) menggelar Rapat Konsolidasi dan Koordinasi dengan Mitra Kontraktor, di Pakuan Meeting Room Lantai 2, Whiz Prime Hotel Pajajaran Bogor, Jl. Raya Pajajaran, Kota Bogor, Rabu (5/8/2020).

Ketua YKKI, Oscar Dany Susanto menuturkan bahwa Program Indonesia Terang ini murni kegiatan sosial yang diperuntukan bagi daerah-daerah di seluruh wilayah Indonesia, khususnya yang belum tersentuh listrik, dimulai dari Provinsi Jawa Tengah ada beberapa titik, dan satu titik di Jawa Timur yang diklaim 300 titik sudah terpasang.

“Anggaran yang digunakan adalah murni dana hibah tidak ada kaitan apapun, dengan alokasi persatu unitnya memakan biaya 20,5 juta dengan garansi 4 sampai 5 tahun. Dana ini diperuntukkan untuk masyarakat dalam bentuk penerangan bagi yang membutuhkan. Keberadaan YKKI dalam hal ini ikut serta membantu mendistribusikan sekaligus mengawasi mitra kontraktor yang ditunjuk,” ungkapnya.

Sementara, Deny Setiawan, S.E., selaku Manager Oprasional PT. Imza Rizky Jaya turut menyampaikan, kegiatan rapat konsolidasi dan koordinasi diadakan karena kesamaan visi dan misi dan selaras dengan PT. Imza Rizky Jaya.

“Perusahaan kami fokus bergerak dalam bidang sosial preneur dalam arti tidak hanya memikirkan profit oriented, tetapi justru mengemban amanah dengan membuat program Indonesia terang melalui PJU-TS yang diperuntukan bagi Pedesaan yang belum tercover dari pembiayaan pemerintah seperti APBN, APBD atau dari pihak yang lainnya,” tutur Deny

Lebih lanjut, Deny menambahkan, karena berawal dari visi dan misi yang sama yaitu untuk kegiatan masyarakat Indonesia, dengan rekomendasi melalui YKKI untuk kerjasama penyalurannya dengan mitra-mitra sudah memiliki kesamaan dalam prinsifnya.

“Tanggung jawab semua oleh PT.IRJ dengan tahapan pertama adalah 70 ribu unit satu tahun kedepan awalnya, karena terkait covid-19 maka kita re-planing kembali. Mekanisme yang kita jalankan adalah melalui pembayaran SKPDN, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, dengan tahapan pengadaan barang kemudian baru pemasangan,” ujarnya.

Sejak bulan Maret sampai dengan Juni menurutnya, sudah dimulai untuk pemasangan seperti diwilayah Kendal, Sragen, Semarang, Agam, Pidi Jaya, Gorontalo serta Tidore

“Kami berharap Indonesia Terang dapat diterima dan didukung oleh semua elemen masyarakat, dengan mengurangi kriminalitas dalam pemasangannya, semoga barangnya bisa berpungsi dengan baik dengan kata lain seperti slogan kami “Terang Pangannya, Terang Sandangnya dan Terang Papannya,” pungkas Deny.