SUMENEP I LIPUTAN12 - Upaya pencegahan stunting dan penanganan masalah gizi pada anak terus diperkuat oleh Puskesmas Batuan melalui kegiatan kunjungan lapangan kepada balita yang terindikasi mengalami permasalahan gizi.

Kegiatan tersebut dilaksanakan Sejak 12 Mei 2026 di Desa Babbalan dengan melibatkan Koordinator Gizi dan bidan Puskesmas Batuan.

Kunjungan lapangan dilakukan sebagai bentuk pelayanan kesehatan yang lebih dekat kepada masyarakat, sekaligus memastikan kondisi tumbuh kembang balita dapat terpantau secara optimal.

Dalam kegiatan itu, petugas melakukan pemeriksaan perkembangan anak, memantau status gizi, serta memberikan edukasi kepada keluarga mengenai pola asuh dan memberikan kebutuhan nutrisi yang tepat.

Selain melakukan pemantauan langsung, petugas kesehatan juga memberikan pendampingan kepada orang tua terkait pentingnya pemberian makanan bergizi seimbang, pemantauan berat badan secara berkala, serta penerapan pola hidup sehat di lingkungan keluarga.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Puskesmas Batuan, drg. Emy Kristin Sasmoro, mengatakan bahwa kunjungan lapangan merupakan salah satu strategi yang efektif untuk mendeteksi secara dini potensi gangguan pertumbuhan pada anak sekaligus memastikan intervensi yang diberikan tepat sasaran.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen kami dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting. Melalui kunjungan langsung ke rumah balita, petugas dapat mengetahui kondisi riil yang dihadapi keluarga sehingga langkah penanganan dan pendampingan dapat dilakukan secara lebih komprehensif,” ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan keluarga memegang peranan penting dalam keberhasilan upaya perbaikan status gizi anak. Oleh karena itu, pendidikan yang diberikan tidak hanya berfokus pada balita, tetapi juga kepada orang tua sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap penyediaan kebutuhan gizi sehari-hari.

“Kami terus mengedukasi keluarga agar memahami pentingnya asupan gizi yang cukup, pola pengasuhan yang baik, serta rutin memanfaatkan layanan kesehatan. Sinergi antara tenaga kesehatan dan keluarga menjadi kunci untuk mencegah terjadinya stunting maupun gizi buruk,” jelasnya.