Oleh: Emrus Sihombing, Direktur Eksekutif Lembaga EmrusCorner dan Pengamat Politik Universitas Pelita Harapan (7/5/2020) di Jakarta

LIPUTAN12.ID|JAKARTA – Tidak satupun warga dunia menduga pandemi Covid-19. Penyebaran dan dampaknya sangat luar biasa. Sudah ratusan ribu penduduk dunia mendahului kita. Sebagai efek domino, muncul berbagai dampak sosial di dua ratus negara lebih. Sektor industri mempekerjaan jutaan karyawan di setiap negara menunjukkan kelesuan. Setiap hari penduduk miskin bertambah. Ekonomi dunia melambat. Ada memperkirakan terjadi krisis pangan.

Untuk mengurangi atau mengatasi berbagai dampak tersebut, setiap pemimpin bersama warga negaranya, tidak ada pilihan kecuali bahu-membahu, bergotong royong menghalau penyebaran dan mengatasi dampak, Covid-19, termasuk menangani menurunnya kemampuan ekonomi rakyat kelas bawah memenuhi kebutuhan mendasar.

Pemerintah Indonesia, sebagai negara terkena pandemi Covid-19 telah merespon cepat dengan mengeluarkan berbagai kebijakan dan program strategis membantu masyarakat terdampak, utamanya Saudari/a kita yang masih menghadapi persoalan pemenuhan kebutuhan pokok hidup.

Hasil penelusuran Lembaga EmrusCorner dari berbagai sumber, termasuk dari Kemensos, pemerintah pusat telah meluncurkan berbagai program bantuan sosial (Bansos) sebagai jaring pengaman sosial melalui kementerian dan lembaga terkait, serta pemerintah daerah.

Ada dua skema besar terkait penanganan dampak covid-19. Pertama, program regular. Sasaran program selama ini dilakukan kepada sejumlah 9,2 juta keluarga. Namun, dengan kasus Covid-19 ini, jumlah rumah tangga penerima peserta Program Keluarga Harapan (PKH) ditingkatkan 800 ribu keluarga, sehingga menjadi 10 juta keluarga. Bahkan frekuensi pencairan sudah dipercepat dari triwulan menjadi per bulan sejak April 2020.

Ada lagi program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Dalam rangka penanganan Covid-19, jumlah sasaran masyarakat penerima ditingkatkan sekitar 4,8 juta keluarga, yaitu dari 15,2 juta menjadi 20 juta keluarga di seluruh Indonesia. Nilai bantuan setiap keluarga naik dari Rp.150 ribu menjadi Rp.200 rupiah. Ini juga dicairkan setiap bulan.

Perluasan jumlah keluarga penerima PKH dan BPNT tersebut merupakan program perlindungan sosial ekonomi penanggulangan kemiskinan bagi Saudari/a kita yang sangat rentan dari dampak Covid-19.

Kedua, program non regular (perlakukan khusus). DKI Jakarta, misalnya, penerima Bansos Sembako berjumlah 1,3 juta keluarga. Hingga Selasa, 5 April 2020 yang sudah menerima mencapai hampir satu juta keluarga di Jakarta. Sedangkan wilayah sekitarnya, Bodetabek, termasuk sebagai daerah terdampak, penerima Bansos Sembako senilai Rp. 600 ribu per rumah tangga untuk 600 ribu keluarga selama tiga bulan ke depan. Pencairan menjadi dua kali sebulan, sejak April 2020, Untuk Bodetabek menyasar 600 ribu keluarga tengah dimulai penyalurannya.