BOGOR | LIPUTAN12 – Pembangunan proyek rehabilitasi gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bojonggede 06, terkesan asal jadi. Pasalnya, dalam pelaksanaan pengerjaannya diduga terjadi kecurangan.

Pihak pelaksana beserta konsultan diduga Kongkalikong untuk mengambil keuntungan pribadi dari pelaksanaan pekerjaan tersebut.

Dugaan tersebut bukan tanpa dasar, dari pantauan awak media pada Kamis (16/9/2021) di lokasi, terlihat pekerjaan yang sangat tidak sesuai dengan ketentuan.

D (inisial-red) salah satu pekerja di lokasi pekerjaan, saat dikonfirmasi menjelaskan, saya hanya pegawai pak, jadi bekerja sesuai arahan mandor.

“Setahu saya, untuk lebar tiang pondasi dalam gambar panjang kali lebar itu 1.5 meter. Namun mandor mengarahkan untuk dasar 1,5 meter, sedangkan untuk di atas seperti yang dilihat hanya 1,5m X 1m, bahkan ada yg kurang dari 1 meter,” ujar D.

“Mandor atau pelaksana serta konsultan, lanjutnya, tidak hadir di lokasi pak, kami hanya bekerja,” kata D menambahkan.

Terpisah, Ridho selaku Konsultan pengawas saat dikonfirmasi via pesan singkat WhatsaApp mengatakan, “Betul kang, saya konsultannya. Terkait saya tidak ke lokasi, dikarenakan saya sedang urus orang tua saya yang sedang sakit. Nanti coba saya komunikasikan sama pelaksananya,” singkatnya.

Ketika ditanya bukankah bang Ridho ada di CV ***, lalu kenapa sekarang ada di CV Graha Madya Teknika?

“Dengan gamblang ia menjawab, ya kang, itu pakai bendera saja,” kata Ridho.