SANANA|LIPUTAN12 – Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) tahap II dari bulan Juli sampai dengan September 2020 sebanyak 71 Kepala Keluarga (KK) perorang penerima mendapatkan sebesar Rp 900.000, yang berlangsung di gedung balai pertemuan Desa Pelita Jaya, Kecamatan Magnolia Utara Timur, Kabupaten Kepulauan Sula Provinsi Maluku Utara.

Turut hadir dalam pembagian BTL tersebut, Kepala Desa Pelita Jaya Harun Usia, Babinsa Bohardin, Babinkamtibmas Bripka Muttakim Umasugi, Wakadanpos Mangoli Utara Timur Brikpol Jalaludin Adam, dan seluruh aparat desa serta Masyarakat Penerima BLT.

Kepala Desa Pelita Jaya, Harun Usia menjelaskan seharusnya pembagian BLT itu perbulan sekali namun karena keterlambatan pencairan sehingga penyaluran kali ini dirangkum tiga bulan sekaligus.

“Regulasi menjelaskan bahwa, pembagian BLT itu perbulan sekali, cuman atas keterlambatan pencairan sehingga kami mengambil kebijakan untuk dibayar sekaligul tiga bulan mulai dari bulan juli, agustus dan september. Maka satu penerima mendapat sebesar Rp 900.000 karena perbulannya Rp 300.000,” tutur Harum dalam sambutan singkatnya, Sabtu (29/8/2020).

Mantan Sekdes Pelita Jaya itu menambahkan, anggaran dari DD yang disalurkan dalam bentuk BLT sebesar Rp 63.900.000 juta. Semoga digunakan sebaik mungkin untuk kebutuhan masyarakat sekalian.

“Penyaluran BLT yang bersumber dari Dana Desa (DD) sebesar Rp 63.900.000 juta untuk 71 penerima. Semoga dimanfaatkan dengan baik dan digunakan untuk kebutuhan yang sifatnya penting misalnya ketika bapak ibu sekalian sedang sakit atau kebutuhan pangan lainnya,” ujar Kades dengan wajah sedikit tersenyum di hadapan Masyrakat Penerima BLT.

lewat kesempatan pembagian BLT ini, Wakadanpos Mangoli Utara Timur Brikpol Jalaludin Adam menyampaikan, jika ada hal-hal yang berkaitan dengan agenda-agenda yang seperti ini harus berkoordinasi dengan kami.

“Kami dari pihak pos-pol mangoli utara timur mengahrapkan kepada desa-desa terkuhusunya Desa Pita Jaya jika ada acra atau agenda-agenda seperti ini harus secepatnya berkoordinasi dengan kami agar kami bisa hadir untuk merdeam jika terjadi hal-hal yang berhubungan dengan pidana karena yang korbannya itu masyarakat, contohnya kejadian di Desa Waisakai kemarin itu karena minimnya komunikasi,” tegasnya.

Halaman:
R
Penulis: Redaksi Liputan12