Atiek Yulis Setyowati, Ketua Umum Lembaga Masyarakat Pejuang Bogor (MPB)
LIPUTAN12.ID|BOGOR – Pelantikan pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor oleh Bupati Ade Yasin, yang digelar pada hari Jumat (10/1/2020) beberapa waktu lalu, menuai kritikan dan dinilai banyak kejanggalan.
Kritikan dan kejanggalan tersebut, salah satunya dilontarkan oleh Atiek Yulis Setyowati, Ketua Umum Lembaga Masyarakat Pejuang Bogor (MPB). Menurutnya, dari sejumlah pejebat eselon yang dilantik ada beberapa lulusan sarjana tekhnik dari Institute Tekhnologi Bandung (ITB) dirolling sebagai kasie ketertiban umum (Trantibum).
“Nyambungnya dimana Ya?” tanya Atiek Yulis Setyowati.
“Kuliah mikir di jurusan yang sulit, masuknya juga tidak mudah di universitas negeri ternama, tetapi di pemerintahan kabupaten bogor kurang dihargai,” sambung Atiek.
Atiek juga mempertanyakan, apakah ini murni dari Ibu Bupati, dan apakah Ibu Bupati sangat mengetahui tentang siapa-siapa yang diputar-putar jabatan ini?. Apakah Bupati mengetahui persis latar belakang dari masing-masingnya?
“Hal ini harus segera direview kembali bila perlu seluruhnya, baik yang sudah maupun yang akan dilantik. Ini selain bisa menjadi bom waktu dan mosi kekecewaan yang berat terhadap keputusan SK para pejabat eselon yang dilantik minggu lalu, juga akan membuat excess dampak dari para alumni “memanas”, ungkap Ketua Umum MPB kepada media Liputan12.id, Rabu (15/1/2020) sore.
Lebih lanjut, Atiek mengatakan, hal ini jangan sampai terulang, karena dikhawatirkan juga akan mengganggu kinerja para eselon yang tidak pas penempatannya.
“Saya selaku Ketua Umum MPB dan sebagai sosial kontrol akan selalu mengingatkan ke Ibu Ade Yasin sebagai Bupati dengan program Pancakarsa nya, jangan sampai terhambat penyelesaiannya hanya dikarenakan orang-orangnya tidak the right man on the right place. Janji Bupati saat kampanye pun didengungkan akan menempatkan orang-orang yang the right man on the right place,” tandasnya.