SUMENEP|LIPUTAN12 – Pasangan calon (Paslon) Bupati-Wakil Bupati Sumenep, RB. Fattah jasin (Gus Acing) dan KH. Ali Fikri Warist (Mas Kiai) di hari kedua pendaftaran mendatangi Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sumenep untuk mendaftarkan diri dalam rangka mengikuti pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun 2020, Sabtu (5/9/2020).

Dari pantauan media liputan12.id di lokasi pendaftaran, paslon yang mengusung jargon ‘Sumenep Barokah’ ini, sebelum menuju Kantor KPU Sumenep di Jl. Asta Tinggi, No. 99, Kebonagung, Sumenep, Gus Acing-Mas Kiai Fikri berangkat dari halaman Masjid Jamik Keraton Sumenep. Selanjutnya rombongan mampir ke Asta Tinggi (komplek pemakaman para raja-raja Sumenep) pada sekitar pukul 09.30 WIB.

Fattah Jasin, calon Bupati Sumenep saat usai proses pendaftaran di sela-sela itu menyatakan, dengan mengucapkan banyak terimakasih kepada semua yang hadir dalam kesempatan tersebut.

“Para tokoh, kiyai dan para segenap wartawan dan semua yang hadir pada kesempatan yang baik ini yang pada hari ini melakukan proses tahapan pendaftaran ini (Cabup-Cawabup Sumenep, Gus Acing – Mas Kiai fikri-red) bisa mendaftarkan diri dengan membawa rekom persyaratan,” terang Gus Acing didampingi Wakilnya Mas Kiai Fikri saat mengawali sambutannya.

Disinggung terkait persyaratan pendaftaran Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Sumenep, Gus Acing menyatakan, semua berkas yang diserahkan ke KPUD Sumenep sudah memenuhi syarat.

Saat dikonfirmasi terkait proses pemberangkatan menuju KPU, Gus Acing menjelaskan, Sebelum berangkat ke KPU, Fattah Jasin – Kia Fikri menyempatkan diri shalat dhuha di Masjid peninggalan panembahan somala. 

Di sana, paslon tersebut bersama puluhan kia kharismatik melangitkan doa-doa. Usai tuntaskan shalat dhuha, pasangan dua pria gagah itu melanjutkan perjalanannya ke makam para Raja di Asta Tinggi Sumenep. Di sana mereka melakukan ziarah.

Fattah Jasin menambahkan, tujuan shalat dhuha tak lain adalah untuk mendapatkan keridha Allah SWT menuju Sumenep Barokah. 

Sedangkan ke makam para Raja adalah untuk menghormati para penguasa Sumenep terdahulu, disana mereka memanjatkan doa, dengan harapan mohon doa restu dari para leluhur dan pahlawan yang ada di kota sumenep.