Foto: Bupati Sumenep KH. A Busyro Karim didampingi istri tercintanya Nur Fitriana, menyalurkan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 07 Kelurahan Pajagalan Kecamatan Kota Kabupaten Sumenep, tepat pada pukul 09.00 WIB.
SUMENEP|LIPUTAN12 – Pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Sumenep tahun 2020 berlangsung dalam suasana pandemi covid-19. Bahkan, hari ini suasana di kabupaten ujung timur pulau Madura mengalami hujan deras sejak dari pagi hari.
Bupati Sumenep KH. A Busyro Karim didampingi istri tercintanya Nur Fitriana, menyalurkan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 07 Kelurahan Pajagalan Kecamatan Kota Kabupaten Sumenep, tepat pada pukul 09.00 WIB.

Bupati dua periode ini menyampaikan, mencoblos atau tidak golput adalah merupakan sikap masyarakat sumenep untuk menentukan pemimpinnya.
Busyro menjelaskan, memilih adalah suatu bentuk aspirasi kebersamaan rakyat dalam menentukan kebijakan pemerintah.
“Hadirilah, saya dari jauh (Desa Baraji) tetap hadir, hujan ini juga ikut berpesta menikmati demokrasi karena ini bagian untuk menentukan kepemimpinan di Sumenep. Ini juga bagian di antaranya untuk menentukan program-program yang akan dirasakan masyarakat,” jelas KH. A Busyro Karim kepada liputan12 sambil tersenyum bahagia, usai menyalurkan hak pilihnya di Tps 7.
Busyro berharap masyarakat yang datang ke TPS untuk mencoblos agar tetap menggunakan Prokes Covid-19, agar Pilkada ini tidak merubah keadaan zona yang ada di kabupaten sumenep.
“Tetap ikuti Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19, karena meskipun kita hadir dalam TPS kalau tetap mengikuti protokol maka tetap akan sama. Kita minimal harus mempertahankan apa yang ada sekarang, jangan sampai ada kesan setelah Pilkada jadi merah,” tukasnya.