JAWA TIMUR | liputan12 – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur dari Fraksi PKB, Nur Faizin, tengah menjadi sorotan publik setelah pernyataannya mengenai maraknya rokok ilegal di Pulau Madura ramai diperbincangkan.

Melalui unggahan video di akun TikTok @dpwpkabjatim, Kamis (21/8/2025), Nur Faizin menegaskan bahwa keberadaan rokok ilegal di Madura tidak hanya merugikan negara dari sisi penerimaan bea cukai, tetapi juga menimbulkan ketidakadilan dalam persaingan usaha.

“Integritas dan efektivitas penegakan hukum menjadi kunci utama dalam melindungi infrastruktur fiskal negara sekaligus kredibilitas,” ujarnya.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut juga menilai bahwa penurunan tarif bea cukai tidak akan efektif tanpa adanya perbaikan yang serius dalam sistem pengawasan.

“Pemerintah harus serius menindak peredaran rokok ilegal. Ini bukan sekedar soal kehilangan pendapatan, tapi juga menyangkut wibawa negara,” tegasnya.

Namun, pernyataan Nur Faizin itu menuai kritik dari sebagian warganet yang menilai dirinya kurang berpihak pada masyarakat kecil, khususnya para pekerja di industri rokok lokal.

“Kok ada wakil rakyat yang menyengsarakan rakyat,” tulis akun @amir.

"NUR FAIZIN tidak butuh suara rakyat tapi butuh suara penguasa. Dia tidak harus dipilih kembali," komentar akun @ketua.

Beberapa warganet juga menilai bahwa keberadaan pabrik rokok di Madura telah membuka banyak lapangan pekerjaan sehingga pernyataan Nur Faizin dianggap kontraproduktif terhadap kesejahteraan masyarakat.