SUMENEP|LIPUTAN12 – Bupati Sumenep, A. Busyro Karim mengatakan dunia pendidikan saat ini tengah diuji, wabah pandemi Covid-19 telah menyisakan dampak tidak baik pada dunia pendidikan. Kendati demikian, seluruh jenjang pendidikan tetap harus melangsungkan proses pembelajaran dengan sistem jarak jauh (virtual).
Menurutnya, sistem pendidikan di negeri ini terkena dampaknya langsung, karena sekolah harus ditutup. Unisco mencatat lebih dari 90 persen 1, 3 Milyard populasi siswa global harus belajar dari rumah. Hampir satu generasi di dunia terganggu proses pendidikannya.
Hal itu disampaikan Busyro Karim di acara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2020 yang digelar di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Rabu (25/11/2020.

Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2020 ini, lanjut Bupati, sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini kita memperingatinya dalam situasi pandemi Covid-19.
“Semangat juang yang tinggi dan kesabaran bapak dan ibu guru semua, pembelajaran tetap terus berjalan meski dengan segala keterbatasan,” ujarnya.
Dikatakannya, melalui peringatan Hari Guru Nasional ini, kami mengajak semua guru bersama untuk mengakrabi murid kepada budaya lokal Sumenep. Hal itu dilakukan dengan cara memanfaatkan budaya lokal dalam pembelajaran sebagai materi pembelajaran muatan lokal Kabupaten Sumenep. Semua itu dilakukan sebagai upaya untuk melestarikan Sumenep yang berkarakter kebudayaan.
“Pembelajaran muatan lokal dilakukan dalam upaya mencetak anak-anak berkepribadian dan bermoral baik, sekaligus sebagai upaya melestarikan Sumenep yang berkarakter kebudayaan,” jelasnya.
Lebuh lanjut, suami Nurfitriana ini merasa bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada para guru yang telah melakukan upaya innovatif dalam menggerakkan dunia pendidikan. Di antara inovasi tersebut ditunjukkan dengan adanya kelompok-kelompok kecil pembelajaran serta gerilya para guru yang secara bergiliran mendatangi rumah anak didiknya.