SUMENEP I LIPUTAN12 - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep menegaskan bahwa pendidikan karakter dan akademik tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada sekolah.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Agus Dwi Saputra, S.Sos., M.Si.

Pihaknya menekankan pentingnya membangun generasi yang berkarakter kuat dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital. 

Menurut Agus, ada tiga aspek utama yang harus menjadi perhatian, yaitu pembentukan karakter, peningkatan kompetensi, dan penguatan literasi.

Di era informasi yang berkembang pesat dan sulit dikendalikan, Agus menilai bahwa sistem pendidikan harus lebih adaptif dan strategis agar bisa mencetak generasi yang tangguh dan siap menghadapi berbagai tantangan.

"Pendidikan karakter harus menjadi landasan utama yang mengedepankan keseimbangan antara moralitas dan etos kerja," terangnya.

Sebagai langkah nyata dalam membangun karakter peserta didik, Dinas Pendidikan Sumenep telah menerapkan program Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam kurikulum sekolah dasar.

Program ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai keimanan, ketakwaan, toleransi, keterampilan berpikir kritis, serta kemampuan bekerja sama dalam keberagaman.

"Anak-anak harus diajarkan untuk memahami dan menerima perbedaan, baik dalam aspek agama, latar belakang budaya, maupun cara berpikir. Ini adalah bagian dari pembentukan karakter yang kuat," jelasnya.