Foto: Ragam kegiatan menyambut HUT RS Sentosa pada tanggal 11 Agustus 2020 mendatang.

KEMANG, BOGOR|LIPUTAN12 – Komitmen dan konsistensi kerja profesional dalam memberikan pelayanan kesehatan untuk kepuasan dan kenyamanan pasien, terus menjadi motto kerja yang ditanamkan manajemen Rumah Sakit (RS) Sentosa kepada seluruh karyawannya.

RS Sentosa adalah sebuah rumah sakit swasta yang berlokasi di wilayah Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kolonel (Purn) Dokter Frits M. Rumintjap Spok. MARS, selaku pendiri dan pemilik RS Sentosa menjelaskan, memasuki usia 13 tahun, pihaknya tetap menekankan agar motto kerja tersebut terus dijaga dan dilaksanakan guna mewujudkan visi RS Sentosa menjadi salah satu rumah sakit terbaik, terpercaya dan idaman seluruh masyarakat.

“RS Sentosa juga memiliki misi memberikan pelayanan kesehatan profesional, dengan mengutamakan mutu dan keselamatan pasien serta terus meningkatkan sumber daya manusia dan mengembangkan sarana dan prasarana,” papar dokter Fritz, sapaan akrabnya, Jum’at (7/8/2020).

Dia mengungkapkan, RS Sentosa awalnya merupakan Rumah Bersalin Sentosa yang didirikan pada tanggal 11 Agustus 2007 di bawah naungan Yayasan Sentosa yang dalam perkembangannya berubah menjadi PT. Pelita Medika Sentosa seiring dengan perubahan menjadi RS.

“Saat ini, dengan bertambahnya fasilitas layanan kesehatan dan sudah terakreditasi paripurna, maka harapannya RS Sentosa akan semakin luas menjangkau dan memberikan berbagai kebutuhan masyarakat dalam pelayanan kesehatan,” ungkapnya.

Menurut pria yang juga Komisaris Utama PT. PMS ini, RS Sentosa mengusung konsep “Homey & Green Hospital”, dengan tujuan memberikan suasana perawatan lebih nyaman bagi pasien maupun masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan sekaligus memberikan kontribusi terhadap program lingkungan hidup dengan ikut mempopulerkan Go Green.

“Memasuki usia 13 tahun, RS Sentosa akan terus berbenah diri di segala bidang untuk menjadi RS yang mampu memberi kepuasan bagi pelanggan, bahkan menjadi panutan dan kebanggaan bagi masyarakat Bogor dan sekitarnya.” pungkas dt. Fritz.