Foto: Rais Umaternate, Ketua Forum Pers Independen Indonesia (FPII) Kepulauan Sula.

LIPUTAN12.ID|KEPSUL – Akhir-akhir ini selalu terjadi aksi unjuk rasa di sejumlah desa di kabupaten Kepulauan Sula propinsi Maluku Utara, terkait bantuan sosial Covid-19 yang dianggarkan malalui Dana Desa (DD). Aksi unjuk rasa oleh mahasiswa dari sejumlah desa mempertanyakan penggunaan dana Covid oleh pemerintah desa.

Desa Wai Ina, kecamatan Sula Besi Barat adalah desa pertama tempat mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa untuk pertanyakan pengelolaan dana Covid-19. Dua hari kemudian disusul desa Wai Tamua dan desa Fuata, Kecamatan Sula besi Selatan. Tak berhenti sampai di situ, pada hari Senin (11/5/2020), Aksi serupa dilakukan Mahasiswa Desa Fukweu Kecamatan Sanana Utara.

Mencermati maraknya aksi protes penangan Covid-19 pada sejumlah desa di Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsu), Ketua Forum Pers Independen Indonesia (FPII) Kepsul, Rais Umaternate menilai ada indikasi sejumlah kades yang salah menggunakan DD untuk penanganan virus corona.

“Hal ini terlihat pada sejumlah desa yang hanya mendirikan tenda untuk dijadikan posko, namun tidak terlihat adanya fasilitas pendukung,” ungkap Rais kepada wartawan, Senin (11/5).

Rais pun meminta kepada aparat kepolisian untuk menyelidiki dan menangkap kepala desa yang sengaja menggelapkan dana Covid19.

“Diminta pihak kepolisian untuk menyelidiki dan menangkap kepala desa yang sengaja menggelapkan dana Covid19. Sebab, ada indikasi penggelapan yang dilakukan oleh Kades,” tukasnya.

Reporter: Lutfi Teapon