PESAWARAN – Kabar kurang sedap datangnya dari lembaga pendidikan SDN 5 Gedong Tataan, mulai dari kasus dugaan korupsi dana BOS sampai Ketua Komite mengundurkan diri.
Lantaran dirasa kurang nyaman sebagai Ketua Komite SDN 5 Gedong Tataan, Sayuti memilih mengundurkan diri setelah dipimpin Kepsek Heriningsih. Pasalnya, selain tak nyaman, dirinya merasa tidak pernah diikutsertakan dalam segala kegiatan sekolah.
“Iya dalam rapat tadi saya mengundurkan diri dari jabatan sebagai Ketua Komite di sekolah SDN 5 Gedong Tataan. Buat apa mas, jadi ketua komite sekolah, jangankan untuk menandatangani suatu kegiatan, wong ada kegiatan saja saya tidak dicawe-cawe,” beber Sayuti kepada awak media usai menyerahkan surat pengunduran dirinya pada rapat komite sekolah, Jumat, 17 Februari 2023.
Menurutnya, keputusan untuk mengundurka diri ini, merupakan jalan terbaik disaat situasi sudah tidak sehat lagi dibawah kepemimpinan kepala sekolah, Heriningsih.
Sayuti mantan Ketua Komite Sekolah selama menjabat selalu berperan aktif memajukan dunia pendidikan sekaligus sebagai bendahara di Desa Sungai Langka medukung terselenggaranya formulasi pendidikan yang lebih bermanfaat.
“Alhamdulillah, selama saya pegang berjalan baik, kerena tugas-tugas komite saya tahu, di samping itu saya juga senang bermasyarakat. Dan, selama saya pimpin juga kepala sekolah yang lama ngak ada masalah,” jelasnya.
Sayuti mengaku, setelah tampak ada indikasi tak bagus, dirinya pun lebih baik mengambil langkah seribu.
“Dulu nggak pernah ada masalah. Sejak tahun 2022. Saya masih menjabat sebagai Ketua. Tapi saya melihat gelagatnya itu, kalau begitu saya nggak bisa lama. dan memutuskan untuk berhenti sebagai ketua komite sekolahan,” ungkapnya.
Selama ia menjabat sebagai Ketua Komite Sekolah, dirinya tak ada masalah, namun ditahun 2022 lalu, mulai timbul gelagat yang kurang sehat.