Foto: Aksi Demo Aliansi Mahasiswa Sumenep (AMS) di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menuntut penutupan sejumlah Tambak udang ilegal.
SUMENEP|LIPUTAN12 – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Sumenep (AMS) Kembali menggelar demonstrasi di depan Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Kamis (5/11/2020).
Kedatangan kaum elit intelektual ini dalam rangka mempertanyakan maraknya tambak udang di kabupaten paling ujung timur pulau madura yang diduga masih banyak menyimpang dari aturan, dan cenderung dapat merugikan masyarakat serta membawa dampak buruk terhadap lingkungan.
Dalam aksinya mahasiswa membentangkan sejumlah spanduk raksasa di atas papan nama Kantor Pemerintah Kabupaten Sumenep yang bertuliskan “Stop Kran Investasi di Kabupaten Sumenep. Tanah dan laut kami adalah kehidupan kami. Kami menolak cipta kerja di Kabupaten Sumenep”.

Orasi yang disampaikan secara bergantian tersebut, mahasiswa menyatakan kehadiran sejumlah investor di kabupaten Sumenep sama sekali tidak memberikan keuntungan bagi masyarakat justru malah sebaliknya.
Mahasiswa menyebutkan, maraknya persoalan tambak udang yang menguasai perut bumi Sumenep demi kepentingan koorporasi semata bukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Bahkan, destinasi wisata unggulan Pantai Lombang sudah tercemari limbah tambak udang tersebut. Oleh karena itu mahasiswa meminta tambak udang yang jelas tak berijin dan masih beroprasi malah mencemari itu agar segera ditutup.
“Kehadiran investor di kabupaten Sumenep justru merugikan masyarakat,” teriak Abd. Mahmud selaku orator aksi.
Setelah sekitar satu jam pengunjukrasa melakukan orasi secara bergantian di depan kantor Pemkab Sumenep, peserta Aksi akhirnya diijinkan masuk ke halaman kantor Pemkab untuk melakukan audensi dengan pejabat yang dikawal ketat oleh puluhan anggota Kepolisian Polres Sumenep.