SUMENEP – Pemerintah Kabupeten Sumenep, Madura, Jawa Timur, berhasil ciptakan inovasi layanan untuk mengatahui terjadinya kecelakaan laut dengan memasang Alat SiKaPal di perahu nelayan atau kapal rakyat.
Inovasi SiKaPal lahir dari kecemasan Bupati Sumenep Achmad Fauzi, setelah mengetahui evakuasi korban kecelakaan laut membutuhkan waktu lama. Karena update informasi kecelakaan laut lambat ditambah titik lokasi kecelakaan tak diketahui.
Maka dari itu, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sumenep mencipta alat pendeteksi lokasi kecelakaan laut yang diberi nama SiKaPal.
Kepala Diskominfo Sumenep, Ferdiansyah Tetrajaya mengatakan, bahwa alat SiKaPal selain mendeteksi lokasi kecelakan laut. SiKaPal juga mendeteksi kondisi kapal atau perahu yang mengalami kebocoran.
“Sensor alat SiKaPal secara otomatis memberi informasi kepada nahkoda kapal. Bunyi alarm sebagai tanda air laut masuk ke dalam kapal yang mengancam keselamatan,” katanya, Minggu (17/9/2023).
Fitur layanan aplikasi SiKapal yang lain, kata Ferdiansyah, bisa mendeteksi cuaca laut. Seperti kecepatan angin dan tinggi gelombang.
“Ke depan fitur layanan SiKaPal bisa dikembangkan dengan fitur yang lebih urgen,” jelasnya.
Ia berharap, desa yang memiliki wilayah laut bisa menggunakan dana desa untuk dibelanjakan alat SiKaPal. Sehingga masyarakat yang memiliki perahu atau kapal bisa memasang alat SiKaPal.
Sebab, kata dia, keberadaan alat SiKaPal sangat membantu apabila terjadi kecelakaan laut. Sebab operasi pencarian korban laka laut membutuhkan waktu akibat perahu nelayan atau kapal rakyat yang tidak melengkapi alat pendeteksi lokasi kecelakan.