BOGOR | LIPUTAN12 – Program studi banding kunjungan kerja 20 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor ke Bali belum lama ini yang dilaksanakan di tengah melonjaknya wabah pandemi Covid-19 menjadi sorotan publik, salah satunya datang dari Askur, Aktivis senior Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO) Kabupaten Bogor.
Askur menilai, agenda kunjungan kerja yang dilakukan dewan ke Bali melebihi sikap anak-anak Taman Kanak-kanak (TK) yang tidak faham situasi dan kondisi, asal mereka senang dan bahagia, ya mereka lakukan.
“Ini jelas melukai hati warga kabupaten Bogor yang serba dibatasi dan sulit karena Kondisi yang semakin parah dengan adanya peningkatan kasus covid-19 yang terjadi di kabupaten Bogor,” ungkap Askur saat dihubungi via pesan singkat WhatsApp, Senin (28/6).
Kami, lanjut Askur, mengecam dan meminta badan dewan kehormatan/badan kode etik dewan kabupaten Bogor untuk segera memanggil dan memberikan sanksi untuk meminta maaf semua dewan yang melakukan kunker ke Bali kepada warga kabupaten Bogor.
“Permintaan maaf dewan harus dilakukan baik melalui Vidio pendek atau lewat media cetak dan elektronik, karena selama ini kunker yang dilakukan dewan tidak jelas hasilnya, untuk perbaikan kebijakan dewan yang berpihak ke warga. Bahkan, kunker ini hanya acara seremonial dan jalan-jalan menghabiskan anggaran rakyat yang dititip di dewan,” ungkap Askur.
Menanggapai hal itu, Sekretaris DPRD Kabupaten Bogor Sonny Abdussyukur, saat dikonfirmasi awak media membenarkan adanya kunjungan kerja para wakil rakyat tersebut.
Menurut Sonny sapaan akrabnya, ya pekan kemarin wabah pandemi Covid-19 belum sampai sehebat seperti sekarang ini. Kunjungan kerja tersebut dilaksanakan karena ada usulan untuk pembahasan rencana perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Salah satu poinnya itu harus ada pembanding, pembanding dengan kabupaten/kota yang lain.
“Kebetulan Bali yang sudah siap akan RPJMD nya, makanya kita ke sana untuk mencari pembanding atau referensi,” ungkap Sonny Abdussyukur, saat ditemui liputan12.id di ruang kerjanya, Senin (28/6/2021).
Ia menambahkan, saat ini pembahasan rencana perubahan RPJMD lagi terus digeber dan langsung ditindaklanjuti dengan satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Insya Allah secepatnya dipergunakan.