SANANA|LIPUTAN12 – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku Utara yang membidangi pendidikan melaksanakan Kunjungan kerja (Kuker) di Sekolah SMA Negeri I Sanana dan SMK III Kesehatan di Desa Pastina Kecamatan Sanana Kabupaten Kepulauan Sula.

Koordinator Komisi IV yang juga Wakil Ketua I DPRD Malut, Muhammad Abusama menjelaskan, kita turun untuk menyerap aspirasi di dua sekolah ini dan juga menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan pembayaran gaji guru honorer di sekolah karena sering ada keluahan-keluahan dari guru honorer bahwa gajinya belum terbayar.

“Ada juga Tunjangan Tambahan penghasilan (TTP) dari tenaga pendidikan yang kita butuh informasi langsung dari sekolah sehingga nanti apa yang kita sampaikan ke pihak pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan Provinsi Malut itu benar-benar kita punya data yang valid dan bisa membawa aspirasi mereka untuk secepatnya bisa ditindaklanjuti,” jelas Abusama kepada awak media, Senin (24/8/2020).

Abusama mengatakan berkaitan dengan masalah sarana dan prasarana yang menjadi kekurangan, apa yang menjadi keluhan di sekolah ini juga kita serap aspirasinya untuk disampaikan nanti pada saat kita rapat bersama dengan mitra Komisi IV yakni Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara.

“Untuk di Sula dua sekolah, yakni hari ini kita masih di SMA I dan mungkin besok kita ke SMK III Kesehatan di desa Pastina, karena kita ambil satu sekolah Negeri dan satu sekolah Swasta, sehingga benar-benar ada perimbangan antara Negeri dan Swasta,” tuturnya.

Wakil Ketua I DPDR Malut ini menambahkan, berkaitan dengan gaji guru honorer, tadi ada informasi disampaikan bahwa disini sebelumnya itu pemerintah masih berhutang kepada guru-guru honor dari tahun 2019. Kenyataannya setelah kita turun menyerap aspirasi ternyata pemerintah daerah sudah membayar dari 2019 sampai bulan Juni 2020.

“Cuman ada kendala lainnya yang belum terbayar mungkin karena sistem pembayaran sekarang itu langsung membuka rekening oleh yang bersangkutan, mungkin ada juga yang belum membuka rekening pembayarannya masih belum terbayar. Tapi yang sudah punya rekening kemudian dilaporkan itu sudah terbayar,” tandasnya.

Reporter: Lutfi Teapon
Editor     : Redaksi
Copyrigh © Liputan12 2020