SUMENEP I LIPUTAN12 - Upaya membangun budaya literasi sejak usia dini di Kabupaten Sumenep terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor.
Kini BPRS Bhakti Sumekar menunjukkan komitmennya dengan menyalurkan bantuan buku dan fasilitas perpustakaan senilai Rp5 juta kepada SDN Pajagalan II Sumenep guna mendukung pengembangan Perpustakaan Ramah Anak Nasional.
Bantuan tersebut menjadi bagian dari penguatan program “Taman Maca Asre Pajadu,” sebuah inisiatif pendidikan yang dirancang sebagai ruang literasi ramah anak untuk menumbuhkan kebiasaan membaca secara berkelanjutan di lingkungan sekolah dasar.
Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, menegaskan bahwa pembangunan kualitas pendidikan tidak cukup hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga harus menyentuh pembentukan budaya membaca sebagai fondasi utama peningkatan kapasitas generasi muda.
“Literasi merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan anak-anak. Membiasakan mereka membaca buku fisik sejak dini sangat penting karena mampu memperkuat daya ingat, mengasah imajinasi, serta membentuk pola pikir yang lebih matang dibandingkan ketergantungan berlebihan pada perangkat digital,” ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran buku fisik tetap memiliki peran strategis dalam proses pembelajaran karena memberikan pengalaman membaca yang lebih mendalam serta efektif dalam membangun karakter anak.
Kepala SDN Pajagalan II Sumenep, Hudi Susila, menyampaikan bahwa pengembangan perpustakaan ramah anak di sekolahnya merupakan hasil sinergi berbagai pihak, termasuk lembaga keuangan, tenaga pendidik, komite sekolah, paguyuban kelas, hingga wali murid.
“Dukungan dari BPRS Bhakti Sumekar bersama seluruh elemen sekolah menjadi kekuatan besar bagi kami dalam menyuburkan fasilitas literasi. Ini bukan sekedar bantuan, tapi wujud nyata kepedulian bersama untuk menciptakan generasi yang gemar membaca dan berkarakter,” ujarnya.
Menurut Hudi, keberadaan perpustakaan ramah anak diharapkan mampu menjadi pusat aktivitas literasi yang tidak hanya meningkatkan kemampuan akademik siswa, tetapi juga membentuk kepribadian dan kreativitas mereka.

