SUMENEP I LIPUTAN12 - Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menekankan pentingnya kesiapan kesehatan fisik dan mental bagi seluruh calon jemaah haji menjelang keberangkatan ke Tanah Suci pada musim haji 2026.
Pesan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipatif mengingat ibadah haji merupakan rangkaian ibadah dengan aktivitas padat yang membutuhkan daya tahan tubuh prima, adaptasi cuaca ekstrem, serta kondisi psikologis yang stabil.
Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim menegaskan, keberhasilan menjalankan ibadah haji tidak hanya ditentukan oleh kesiapan spiritual, tetapi juga sangat bergantung pada kondisi kesehatan jemaah.
“Ibadah haji memerlukan kekuatan fisik karena seluruh rangkaian ibadah cukup padat. Oleh karena itu, calon jemaah harus mempersiapkan kesehatan secara optimal sejak sebelum berangkat,” ujar Wabup Imam Hasyim saat kegiatan manasik dan pelepasan simbolis jemaah haji di Gedung KORPRI Sumenep, Kamis (7/5/2026).
Ia menjelaskan, kondisi tubuh yang sehat akan membantu jemaah menjalani seluruh tahapan ibadah dengan lancar, aman, dan lebih khusyuk.
Menurutnya, pola hidup sehat perlu mulai diterapkan secara disiplin, mulai dari menjaga asupan makanan bergizi, memperbanyak konsumsi air putih, rutin berolahraga ringan, hingga menjaga kualitas istirahat.
Kolaborasi Literasi di Sumenep, BPRS Bhakti Sumekar Bantu Pengembangan Taman Maca Asre Pajadu
Selain itu, calon jemaah juga diminta mewaspadai perbedaan suhu dan kondisi lingkungan antara Indonesia dan Arab Saudi yang berpotensi mempengaruhi daya tahan tubuh.
“Jemaah harus disiplin menjaga kesehatan dan mengikuti seluruh arahan petugas medis agar dapat menjalankan ibadah dengan baik,” katanya.
Wabup juga mengingatkan agar jemaah tidak memaksakan diri apabila mengalami kelelahan, gangguan kesehatan, atau penurunan kondisi fisik selama berada di Tanah Suci.

