BOGOR | LIPUTAN12 – Ketua Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Bogor (GEMPAR), Putra Nur Pratama menilai, sikap dan pernyataan-pernyataan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bogor terindikasi sebagai tindakan melawan hukum.

Menurutnya, indikasi atau dugaan tindakan melawan hukum terlihat jelas mulai dari dugaan upaya menyogok teman-teman wartawan, sampai kepada dugaan takutnya Kepala Damkar untuk dikritik melalui mekanisme aksi.

Hal disampaikan Putra Nur Pratama menyikapi terkait sikap dan pernyataan-pernyataan Kepala Damkar Kabupaten Bogor yang ramai diberitakan media online beberapa hari sebelumnya, yang diterima redaksi melalui pesan singkat WhatsApp, Minggu (9/5/2021) siang.

Lebih lanjut, dengan tegas Putra Nur Pratama menyampaikan sikapnya, bahwa kami, Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Bogor tidak takut atau gentar sekalipun ketika ada pejabat yang selalu menggunakan jabatannya bahkan instansinya untuk kepentingan pribadi atau bahkan kelompok.

“Jangankan kadis, presiden pun akan kami lawan jika memang kita anggap salah. Dan kalau memang indikasi ini salah, seharunya dibuktikan secara transparan dan akuntabel,” tegasnya.

Putra juga mengatakan, kalau merasa bersih kenapa harus risih.

“Saya mencoba pinjam bahasa saber pungli, yaitu kalau bersih kenapa harus risih,” tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, terkait dugaan korupsi dan indikasi penyuapan terhadap awak media di satuan kerja Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor, menjadi sorotan hangat para awak media, khususnya wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Bogor Bersatu (FWBB).

Saat dikonfirmasi terkait dugaan di atas, Ketua FWBB Iwan Borong menjelaskan, seharusnya seorang pejabat Kepala dinas bisa menyampaikan kepada wartawan, sebagai langkah keterbukaan informasi publik, yang sudah jelas diatur dalam UU No 14 Tahun 2008, bukan malah berdalih dengan mengatakan dokumen negara.