SUMENEP I LIPUTAN12 - Sejak tahun 2022-2023, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur masih menjadi tujuan utama bagi pemerintah daerah setempat. 

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Satu Pintu (DPMPTSP) Sumenep Abd Rahman Riadi mengaku, bahwa sementara untuk sektor lain masing-masing presentasenya tidak mencapai 1 persen.

Berdasarkan data yang ada di DPMPTSP pada tahun 2022-2028 besaran investasi yang masuk pada tahun 2023 saja mencapai Rp 2,1 triliun. Dari nilai investasi sebesar itu DPMPTSP menerbitkan Nomer Induk Berusaha (NIB) 14. 211.

"Terbesar industri makanan, minum dan makanan olahan," katanya, Jumat (28/7/2024).

Hilirisasi dari investasi, kata dia, adalah untuk mendongkrak perekonomian dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Melihat geliat investasi pada sektor UMKM Pemerintah Kabupaten Sumenep kemudian, menyediakan banyak fasilitas salah satunya adalah kawasan-kawasan sentra UMKM.

Saat ini, lanjut dia, manfaat investasi sudah dapat dirasakan, terbukti dapat menyerap tenaga kerja 40.554. Jika dilihat berdasarkan data angka pengangguran terbuka Kabupaten Sumenep merupakan terendah di Jawa Timur.

Ke depan pihaknya sesuai arahan Bupati Sumenep Achmad Fauzi, akan terus melakukan inovasi kemudahan investasi, yang harapannya demi kemajuan dan kemanfaatan bagi masyarakat luas.

"Dengan banyaknya realisasi investasi dapat menyerap banyak tenaga kerja, angka pengangguran terbuka hanya 1,3 persen," ucapnya.

Hal ini, kata dia, sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk mengurangi pengangguran dan penentasan kemiskinan, yang menjadi ujung atau hilirisasi dari setiap kebijakan investasi. Sebab investasi merupakan salah satu acuan penting maju dan tidaknya perekonomian suatu daerah.