SUMENEP | Liputan12 - Masyarakat Desa Sakala, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Madura, digemparkan oleh dugaan skandal perselingkuhan yang melibatkan Kepala Sekolah SDN Sakala II, Edi Kurniawan, dan seorang guru honorer berinisial RR, yang diketahui merupakan istri dari bendahara desa setempat.

Kasus ini tidak hanya menggambarkan dunia pendidikan, namun juga dianggap melecehkan norma adat yang selama ini dijunjung tinggi oleh masyarakat kepulauan tersebut.

Informasi yang diterima Liputan12, Senin (28/7/2025), menyebutkan bahwa Edi Kurniawan merupakan kakak ipar dari Kepala Desa Sakala, Bukhari Muslim Mandar. Sementara RR, selain menjadi rekan kerja Edi di sekolah yang sama, juga diduga merupakan istri dari aparat desa aktif.

Awalnya hanya berupa desas-desus, isu ini meledak setelah ditemukannya foto mesra keduanya yang menampilkan adegan ciuman. Foto tersebut diduga ditemukan secara tidak sengaja oleh anak Edi di galeri ponsel milik ayahnya, yang kemudian diceritakan kepada ibunya.

“Isu kedekatan mereka sudah lama terdengar. Tapi saat foto itu tersebar, kemarahan warga tak terbendung. Ini bukan sekedar urusan pribadi, tapi sudah menyentuh kehormatan sosial dan tatanan adat,” ujar MW, tokoh masyarakat Desa Sakala.

Desakan untuk menindak pelaku tidak hanya melalui jalur hukum formal, namun juga melalui jalur hukum adat yang diatur dalam Peraturan Desa (Perdes) Sakala. Masyarakat menilai bahwa sanksi adat harus ditegakkan agar pelanggaran serupa tidak terulang di masa depan.

“Dalam hukum adat kami, perbuatan seperti itu dilarang sebagai pelanggaran berat. Jika terbukti, pelakunya harus diarak keliling desa sebagai bentuk hukuman sosial,” tegas MW.

Sanksi adat ini dinilai memiliki kekuatan moral yang kuat untuk memberikan efek jera, serta menjaga keutuhan sosial masyarakat. Terlebih lagi, pihak yang terlibat merupakan aparatur negara dan istri pejabat desa yang seharusnya menjadi teladan.

“Jangan sampai simbol pendidikan dan pemerintahan malah menjadi contoh buruk di tengah masyarakat. Ini soal martabat, bukan hanya individu, tapi juga institusi,” tambahnya.