BOGOR | LIPUTAN12 – Kantor Pemerintah Desa Karanggan Kecamatan Gunung Putri, nampak kumuh. Bagaimana tidak, pembangunan yang sebelumnya dilakukan, tidak dapat menyeluruh, karena sebagian ruangan lainnya tidak dapat dibangun.

Kepala Desa Karanggan Adang menjelaskan, jika alasan pembangunan kantor desanya yang tersendat, karena di tahun kemarin yang menganggarkan  dari dana bantuan probinsi (banprov) terbilang minim.

“Tahun kemarin anggaranya hanya sebesar 45 juta untuk melanjutkan yamg lantai dua. Dan itu bukan dari banprov,  tapi dari BHPR yang teryata ditahun ini turun drastis,” katanya, Senin (28/11/2022).

Adang menjelaskan, jika ada anggarannya saat ini pihaknya akan melanjutkan pembangunan. Sebab, unttuk tahun ini tidak adanya  anggaran, dikarenakan  di RAPBDes kan Banprov, ternyata banprop nya terdampak dari perbub no. 59 menjadi perbub 70.

“Desa kami turun 400, 5 juta. Jadi,  tahun ini belum bisa melakukan lagi perbaikam kantor desa,” jelasnya.

Bantuan yang berasal dari Banprov ini, kata Adang, saat ini dtahun 2020 lalu saja hanya Rp. 130 Juta. Penunjang pemerintah 15 Juta dan sisanya untuk pembangunan posyandu dan bangunan desa.

“Jadi harapan di tahun selanjutnya, kita bisa lanjutkan pengecoran untuk parkiran dan lantai atas untuk aula,” tukasnya.

Sementara itu, salah satu warga yang enggan menyebut namanya, mengaku mengeluhkan kondisi kantor tersebut. Selain mennganggu kenyamanan juga menjadikan kantor tersebut kumuh.

“Memang untuk pelayanqnnya ada di dalam sudah bagus, tapi yang ruang depan terbengkalai itu jadi ganggu kenyamanan dan jadi terlihat kumuh saja kantornya,” ujarnya. **