TANGERANG, BANTEN|LIPUTAN12 – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tangerang (BEM-UMT) melangsungkan sebuah agenda yang mampu meretas batas silaturahmi di tengah pandemi covid 19, dan sangat ditunggu-tunggu kehadirannya oleh para mahasiswa baru dalam mencari organisasi interlnal kampus. Tahun ini terlaksana kembali yang bernama Jamiatul Khoir (perkumpulan kebaikan) dengan tema “Membunyikan Pancasila Dalam Nafas Mahasiswa Sebagai Barometer Keberhasilan Negara di Tengah Pandemi Covid-19”.
Agenda ini lebih terjalin kepada pengenalan organisasi mahasiswa (ormawa) yang berada di dalam ruang lingkup Universitas Muhammadiyah Tangerang Kepada calon mahasiswa tahun ajaran 2020, dan mempererat tali silahturahmi.

Jihan Mahes Fahlevi selaku Presiden Mahasiswa menjelaskan sejarah bahwa Jamiatul khoir didirikan pada tahun 1901 M. Jamiatul Khoir adalah suatu organisasi bersifat sosial kemasyarakatan, di mana tujuan awalnya dapat disimpulkan sebagai Organisasi yang membantu fakir miskin, baik dalam segi material maupun spiritual, kemudian mendidik dan mempersiapkan generasi muda Islam yang mampu berperan pada masa depan, dan menolong umat manusia yang lemah dalam sektor ekonomi.
“Jamia’tul khoir juga banyak melahirkan tokoh-tokoh bangsa, salah satunya raja jawa tanpa mahkota, yaitu H.O.S Tjokroaminoto, yang menghadirkan murid-murid sebagai founding father bangsa indonesia,” ujar Jihan Mahes Fahlevi.
Ia juga mengatakan bahwa, setelah mahasiswa selesai mengikuti agenda tersebut, diharapkan calon-calon mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tangerang bisa menjadi tokoh-tokoh bangsa dan bisa menjadi negarawan yang akan berkontribusi terhadap negara kesatuan republik indonesia.
“Namun hal ini tidak terlepas kepada peran dan fungsi mahasiswa yang mana merupakan suatu agen perubahan terhadap masyarakat,” ucap Jihan Mahes Fahlevi.
Dalam keadaan seperti ini, lanjutnya, memang sangat menyedihkan bagi seluruh mahasiswa untuk menjalankan sebuah kegiatan yang memang biasa dijalankan secara tatapmuka, karena sudah dianjurkan oleh pemerintah dan pihak universitas.
“Maka dengan adanya agenda tersebut, kami berharap dapat menjadi agen-agen penyambung tangan pemerintah dalam rangka memutus rantai penyebaran covid-19, dan agenda ini diadakan sebagai peretas batas silahturahmi di tengah pandemi covid -19. Sekaligus dalam agenda ini dapat merayakan kemerdekaan Indonesia dari penjajah,” papar Jihan Mahes Fahlevi.