LIPUTAN12.ID|BOGOR – Kabar carut marut penyaluran bantuan sosial (Bansos) sembako dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) ke masyarakat terdampak wabah COVID-19 nyaris terjadi di wilayah Indonesia tak terkecuali di wilayah Bogor, Jawa Barat dan sekitarnya.

Malah bukan saja akibat data tidak akurat, namun bantuan sosial tidak diterima bahkan diduga salah sasaran.

Sebut saja, Madsari, pria 73 tahun, warga Desa Cibeteung Udik, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sejak mengalami sakit kencing batu dan penyakit menua mengeluhkan kondisi keluarganya.

Kini istrinya Nurhati (57) sehari-hari hidup dengan mengandalkan kuli mengupas singkong di pabrik tapai singkong dekat rumahnya dengan penghasilan minim.

“8 tahun sudah saya kuli mengupas singkong di pabrik per hari 10 ribu hingga 15 ribu rupiah,” ujar Nurhati.

Bahkan dalam waktu 4 hari bekerja kata dia, bisa menghasilkan Rp. 60 ribu jika bahan yang dikerjakan cukup banyak, namun kadangkala kalau bahan turun sampai Rp. 40 ribu.

“Yah kalau lagi banyak bayaran 4 hari kerja 60 rb kalau sedikit 40 ribu,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Sementara itu, Rusdi selaku Ketua RT 01/04 Desa Cibeteung Udik setempat mengakui kehidupan keluarga Nurhati yang kerap disapa Ati sebagai pengelupas singkong.

“Memang kehidupan bu Ati memang kesehariannya kuli pengupas singkong, dan bertambah berat ketika suaminya sakit dan tidak bisa lagi bekerja, sementara dua anaknya hanya supir angkot dan kuli bangunan sedang kesulitan saat wabah covid-19 ini,” ujar Rusdi saat ditemui Tim yang tergabung dalam Ikatan Wartawan Online (IWO) Bogor Raya.