SANANA|LIPUTAN12 – Sekretaris Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sanana, Faujan Tidore menyoroti proyek rumah ibadah yang bermasalah di masa kepemimpinan Hendrata Thes dan Zulfahri Abdullah Duwila sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Sula periode 2015-2020.

Data yang dihimpun liputan12.id, ada enam proyek rumah ibadah yang tidak selesai dikerjakan, bahkan bermasalah di era kepemimpinan HT-Zadi, seperti pembangunan Masjid Desa Pohea, masjid Pancoran Kum, Masjid Desa Fukweu, masjid Desa Pelita Jaya, Mushola Desa Capalulu dan masjid Desa Fogi, dengan nilai anggaran kurang lebih Rp 7 Miliar yang bersumber Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kepsul.

Fauzan Tidore menyampaikan, teringat di benak masyarakat kepulauan sula saat kampanye pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Sula, Hendrata Thes dan Zulfahri Abdullah Duwila (HT-Zadi) di tahun 2015 kemarin berjanji, akan membangun rumah ibadah dan rehab rumah ibadah, nyatanya nihil dan banyak yang tidak terurus.

“Sebenarnya anggaran ini sudah dicairkan tapi entah kemana anggarannya bisa hilang begitu saja, takutnya ada tikus berdasi yang memanfaat ini semua,” ungkapnya, Minggu (4/10/20).

Menurut pria kelahiran Desa Ona Kecamatan Sulabesi Barat ini, ternyata di masa kepemimpinan HT-Zadi, semua proyek rumah ibadah bermasalah sampai saat ini salah satunya di Desa Capalulu.

“Saya pertegas lagi agar Dinas PUPR segera menyelesaikan proyek mushola yang terbengkalai di Desa Capalulu, agar masyarakat dapat menjalani proses beribadah dengan lancar,” tegas Faujan.

Reporter: Lutfi Teapon
Editor     : Redaksi
Copyrigh © Liputan12 2020