BOGOR I LIPUTAN12 - Sosok perempuan berinisial (A) tiba-tiba geram setelah mendengar ramainya perbincangan terkait sejumlah dugaan praktik kotor yang terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Cibinong, Kabupaten Bogor yang tayang di beberapa media online.
Kegeraman perempuan A yang juga diketahui berprofesi sebagai seorang wartawan tersebut, disampaikannya langsung kepada wartawan liputan12.id via pesan singkat WhatsApp, yang isinya diduga mengintimidasi dan melontarkan kata-kata yang cukup menohok.
"Rekan kalau tidak menghargai, kita harus? Krek, krek itu apa? Mati!," ucapnya dalam voice note atau pesan suara yang beredar pada Senin, 24 Maret 2025 malam.
"Owh gitu, berarti tidak menghargai kita, kita sudah baik sama dia, oke. Nah, kalau dia punya sesuatu, misalnya gerakan, dia punya dapet proyek-proyek gw apain, gw acak-acak kan," katanya lagi.
"Acak-acak, orang tidak saling menghargai," timpal rekan sejawatnya.
"Oke siap, maksih Abang kumis ku," sebut A kembali.
Menanggapi hal itu, Ketua Forum Wartawan Bogor Bersatu (FWBB) Iwan Boring yang namanya ikut tercatut juga mengungkapkan, bahwa dirinya akan mencoba berkomunikasi dengan salah satu kuasa hukum.
"Kita akan komunikasi dengan lawyer terkait ancaman yang kita dapat, dan ini akan kita adukan secara hukum," singkat Iwan Boring.***