SANANA|LIPUTAN12 – Yayasan Masyarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI) bersama Tim SAR Kota Ternate menggelar kegiatan pelatihan Safety At Sea (Keselamatan di laut) untuk tiga kelompok nelayan yang berlangsung di Kantor Desa Bajo Kecamatan Sanana Utara Kabupaten Kepulauan Sula Provinsi Maluku Utara.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dua orang pemateri dari Tim SAR ternate, Rudin M. Jasrodji, Fikram Ardiyamsyah, Site Leader MDPI Maluku Utara Rahman Pelu, dan peserta perwakilan dari tiga kelompok nelayan sebanyak 31 orang.

Yayasan Masyarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI) merupakan salah satu LSM yang bergerak di bidang perikanan dengan badan hukum yang terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia Republik Indonesia.
“MDPI memiliki misi memberdayakan masyarakat nelayan pesisir di Indonesia untuk secara aktif berpartisipasi dalam pengelolaan perikanan, untuk memanfaatkan peluang pasar dan untuk meningkatkan keberlanjutan mata pencaharian nelayan,” jelas
Site Leader MDPI Maluku Utara Rahman Pelu dalam Press Realesnya kepada awak media liputan12, Senin (16/11/2020).Lanjutnya, beberapa program telah dijalankan MDPI untuk mencapai misi nya, dan salah satu di antaranya adalah Program Pendampingan Sertifikasi Fair Trade (Perdagangan yang Adil) untuk nelayan pancing ulur tuna skala kecil.
“Fair Trade USA adalah organisasi nirlaba di Amerika Serikat yang mengeluarkan sertifikasi pada produk-produk yang dianggap peduli pada aspek sosial dan lingkungan dalam setiap rantai perjalanan produk-produk yang membawa logonya,” tuturnya.

Menurut Rahman, salah satu manfaat pelaksanaan sertifikasi Fair Trade USA adalah adanya dana insentif (Premium) yang akan kembali ke nelayan melalui komite nelayan dari hasil penjualan produk akhir dan dapat digunakan untuk perbaikan lingkungan maupun kebutuhan nelayan dan sosial.