SUMENEP | LIPUTAN12 –  Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar, Kabupaten Sumenep berencana akan meluncurkan program ATM santri

Hal itu dilakukan karena Kabupaten Sumenep merupakan sebuah daerah yang memiliki 381 Pondok Pesantren (Ponpes) dan 48 ribu santri.

Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar mengatakan, setelah melakukan Focus Group Discussion (FGD) dengan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Sumenep, ternyata jumlah Pondok Pesantren (Ponpes) ada 381 dan 48 ribu santri.

Melihat hal itu, kata dia, sangatlah penting dalam managemen keuangan para santri dan kemudahan dalam melakukan transaksi di Pondok Pesantren.

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya berencana akan menggandeng Pondok Pesantren dalam program ATM dan Kartu Santri.

“Nanti kami akan melakukan sosialisasi dan silaturahmi ke Pondok Pesantren,” katanya, Rabu (18/10/2023).

Selain berfungsi sebagai Kartu Santri, kata dia, juga berfungsi sebagai ATM. Sehingga, saat berbelanja maupun melakukan pembayaran di Pondok Pesantren bisa menggunakan Kartu Santri.

“Banyak manfaat dan kegunaannya ATM santri,” tandasnya.

Namun demikian, Ia memastikan, pada saat ini pihaknya masih mempersiapkan laporan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mulai dari perencanaan hingga keamanan kartu ATM tersebut. Mulai dari Password, dan keamanan Barcode dalam melakukan transaksi.