Foto: Moh. Ramli, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep (dok. kachonk/liputan12)
SUMENEP|LIPUTAN12 – Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) menggelar program peningkatan pendayagunaan kelistrikan di kawasan terpencil.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep, Moh. Ramli mengatakan, program Peningkatan Pendayagunaan Kelistrikan ini untuk kawasan perumahan dan permukiman di wilayah terpencil dan kepulauan, utamanya mereka yang secara ekonomi berada digaris bawah kemiskinan.
Sebab, listrik mempunyai peranan penting terutama dalam mendukung bidang ekonomi, sosial dan budaya serta lingkungan dan dikembangkan melalui pendekatan pengembangan wilayah agar tercapai keseimbangan dan pemerataan pembangunan antar daerah,
“Listrik telah menjadi kebutuhan pokok bagi seluruh masyarakat tak terkecuali masyarakat terpencil di pedesaan. Makanya, kami programkan sambungan jaringan gratis bagi warga kurang mampu,” kata Moh. Ramli kepada liputan12, Rabu (23/12/2020).
Menurutnya, Rasio Elektrifikasi (RE) Kabupaten Sumenep sampai dengan saat ini baru mencapai 71%, sehingga diperlukan upaya yang cukup ekstra baik pemerintah Kabupaten Sumenep maupun untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat melalui pembangunan jaringan listrik di daerah terpencil dan kepulauan.
Mantan Kadinsos ini menambahkan, selain bantuan listrik adapula bantuan sambungan instalasi Rumah (IR) dan sambungan Rumah (KWH METER) gratis untuk masyarakat miskin.
“Masih banyaknya keluarga kurang mampu di Kabupaten Sumenep yang belum memiliki sambungan KWH meter di rumah sendiri dengan instalasi listrik rumah yang seadanya. Dalam rangka memenuhi kebutuhan energi listrik bagi masyarakat miskin,” imbuhnya.
Program Sambungan Instalasi Rumah/Sambungan Rumah (IR/SR) KWH meter listrik PLN. Maksud dilaksanakannya pekerjaan ini adalah memberikan bantuan sambungan rumah listrik PLN bagi keluarga kurang mampu yang belum memiliki KWH meter sendiri.