SUMENEP|LIPUTAN12 – Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) terus berupaya meningkatkan kapasitas pengembangan unit pengaduan di desa dengan menggandeng Universitas Bahaudin Mudhary (Uniba) Madura memberikan pelatihan, yang dilaksanakan sejak 21 September hingga 17 Oktober 2020, di D’Baghraf Hotel.
“Kami, pemkab Sumenep adalah memfasilitasi, katakanlah ibaratkan gayung bersambut di pengelolaan keuangan desa ada prioritas penggunaan, di antaranya pengembangan unit pengaduan di desa,” kata Kepala DPMD Sumenep, Moh Ramli saat ditemui awak media di sela kegiatan pelatihan, Selasa (22/9/2020).

Dalam kegiatan yang dijadwalkan maraton selama sebulan itu, Kepala Desa (Kades), BPD dan perangkat desa se Sumenep, akan bergiliran mengikuti hingga seluruh desa selesai.
“Kami memang merekomendasikan kepala desa, BPD dan perangkatnya ikut pelatihan ini sesuai amanat penggunaan prioritas anggaran yang diatur oleh Kementrian Desa,” terangnya.
Kegiatan yang dibiayai oleh Dana Desa (DD) itu, menurut Ramli, diharapkan mampu meningkatkan kapasitas kades dan perangkat desa dalam hal mengelola keuangan dan pengaduan masyarakat.
“Ini penting karena masuk dalam prioritas penggunaan anggaran. Tujuannya agar ke depan pengelolaan keuangan di desa ada keterbukaan informasi publik. Masyarakat dilibatkan,” jelasnya.
Sehingga lanjut Ramli, maka desa serta merta mengikuti kegiatan ini. Menurutnya dalam pelaksanaan pelatihan tersebut sebagai narasumber dengan melibatkan beberapa pihak terkait yang representative.
“Utamanya itu dari unsur forpimda selaku pimpinan. Juga lembaga-lembaga teknis yang kaitannya dengan keterbukaan informasi publik,” paparnya.