SUMENEP I liputan12 - Lembaga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Putra Bangsa Sumenep diduga melakukan manipulasi data terkait sarana prasarana dan jumlah peserta didik.
Diketahui, Dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) lembaga yang bertempat di Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, ternyata tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Dimana, Lembaga PKBM ini diklaim memiliki 10 ruangan dan 1 ruang guru. Namun, munculnya lembaga ini diduga menumpang di yayasan Ar-Ruhama'.
“Masak ruang kelas 10, ruang guru 1 dan toilet 2. Ini kan enggak masuk akal, ini kurang terbuka,” kata salah satu warga setempat yang berinisial ZI.
Tidak hanya itu, ia tidak percaya jika jumlah siswa yang tercatat dalam Dapodik mencapai 174 orang. Angka ini bisa diduga fiktif dan tidak sesuai dengan jumlah peserta didik yang benar-benar aktif belajar.
“Iya mas dalam aturannya sudah jelas, untuk ruang kelas numpang di Yayasan Ar-ruhama', sedangkan di Dapodik tercatat 11 ruangan dan 174 siswa, pada kenyataannya tidak seperti itu. Ini jelas manipulasi yang mencederai dunia pendidikan,” jelasnya.
IWO Sumenep dan Universitas PGRI Teken MoU: Perkuat Sinergi Pendidikan dan Literasi Media
Ia pun mengakui PKBM tersebut banyak kejanggalan. Sehingga keberadaannya tidak diketahui. Mirip dengan alamat yang digunakan oleh PKBM Putra Bangsa Sumenep, alamatnya sama dengan alamat yayasan Ar-Ruhama' menaungi beberapa sekolah formal dan non formal di Desa Karduluk Kecamatan Pragaan.
"Kegiatan belajarnya itu hanya musiman, hanya waktu tertentu saja mas. Seperti ujian misalnya. Kemudian muridnya tidak diketahui, dan alamatnya ternyata alamat yang dimiliki yayasan Ar-Ruhama'," tuturnya.
Selanjutnya ia menyampaikan, bahwa ketika ada pemantauan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep. Lembaga tersebut mengundang orang menjadi siswa lalu dibayar.