JAKARTA | LIPUTAN12 – Disebut-sebut terduga korupsi pada sejumlah proyek pengadaan barang dan jasa di Kementerian Pertanian (Kementan), Putra Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), Kemal Redindo Syahrul Putra mengikuti proses lelang jabatan eselon II di lingkungan Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI).
Dikutip dari rm.id, Kemal Redindo Syahrul Putra, lolos seleksi administrasi proses lelang jabatan eselon II. Redindo mengikuti proses lelang untuk jabatan Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Makassar.
Pada (21/12/2020) lalu, Redindo pernah dilaporkan Gerakan Penyelamat Harta Negara (GPHN) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), karena di duga terlibat atas dugaan tindak pidana korupsi pengadaan barang dan jasa di lingkup Kementan.
“Ini yang disebut aji mumpung, artinya mumpung bapaknya sebagai pemegang kebijakan di Kementan,” ucap Ketua Umum Gerakan Penyelamat Harta Negara (GPHN), Madun Hariyadi.
Madun juga menilai apa yang dilakukan Redindo sesuatu yang sah. Mengingat siapa saja boleh ikut seleksi selama memenuhi syarat.
Berdasarkan penelusuran di website pertanian.go.id, Kementan sedang membuka lelang jabatan untuk 12 posisi jabatan Pimpinan Tinggi Pratama.
Yakni Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Direktur Perlindungan Hortikultura, Direktur Pakan, Direktur Kesehatan Hewan, Sekretaris Badan Ketahanan Pangan, Kepala Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Medan.
Kemudian Kepala Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan Ambon, Kepala Balai Besar Veteriner Wates, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang, Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, Kepala Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, dan Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Makassar.
Dalam proses seleksi tahap pertama, terdapat 73 orang yang dinyatakan lulus. Salah satunya, Dindo. Untuk proses seleksi ini, terdapat 26 pejabat internal Kementan yang mengikuti proses lelang ini. Sementara sisanya merupakan pihak eksternal.