SUMENEP I LIPUTAN12 - Di balik geliat perekonomian Kabupaten Sumenep yang terus tumbuh, ada kekuatan besar yang menjadi penopangnya, yaitu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Tak tanggung-tanggung, lebih dari 30 persen tenaga kerja di Sumenep saat ini diserap oleh sektor UMKM dari berbagai bidang, mulai perdagangan, kuliner, industri rumahan, hingga ekonomi kreatif.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Kabupaten Sumenep, Moh. Ramli, menyebut UMKM sebagai motor penggerak perekonomian riil yang terus berputar di tengah masyarakat.
"Hampir 300 ribu pelaku UMKM aktif di Sumenep. Angka ini menjadi bukti nyata bahwa sektor ini bukan hanya bertahan, tapi menjadi penopang ekonomi lokal," ungkap Ramli, Kamis (6/10/2025).
Menurutnya, dari total 298 ribu lebih pelaku UMKM yang tersebar di seluruh wilayah, kontribusinya mampu menopang pertumbuhan ekonomi daerah hingga 3 sampai 4 persen.
Apalagi jika dihitung dari sisi tenaga kerja, sumbangsihnya sudah mendekati setengah dari total penduduk usia produktif di Sumenep.
Salah satu contoh konkretnya, kata Ramli, terlihat dari aglomerasi pabrik hasil tembakau, yang sudah mampu merekrut sedikitnya 220 orang tenaga kerja lokal.
“Ini bukti bahwa UMKM mempunyai daya serap luar biasa terhadap lapangan kerja. Dan kami terus memperkuat ekosistemnya,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Sumenep, lanjut Ramli, tak tinggal diam. Melalui berbagai terobosan, pemerintah daerah memastikan pelaku UMKM mendapat akses mudah untuk legalitas usaha dan jaminan pasar.