BOGOR I LIPUTAN12 - Sejumlah petani ikan yang beternak ikan konsumsi di kawasan minapolitan, Desa Pondok Udik, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor saat ini tengah dibayangi kekeringan kolam ikan akibat curah hujan yang sangat minim.

Kondisi itu disebabkan oleh kurangnya pasokan air, dan diperparah dengan sistem pengairan (saluran irigasi) yang tidak teratur dan tidak terawat.

"iya memang sudah cukup lama nggak turun hujan, sehingga empang (kolam) kekurangan pasokan air. Dampaknya banyak ikan ternak mati. Tentu jika hal ini dibiarkan, petani akan rugi," ungkap Kumpul, seorang petani ikan pada Selasa, 7 Januari 2024.

Selain minimnya curah hujan, lanjutnya, ada masalah lain yang membuat aliran pasokan air dari hulu ke arah hilir tidak berjalan baik. Salah satu faktornya yaitu karena sistem irigasi dan saluran irigasi tidak teratur dan tidak terawat.

"Sebenarnya kalau saluran irigasinya normal, mungkin masih tetap ada air yang mengalir kesini. Jadi di atas sana (bagian hulu) banyak yang tersumbat, banyak yang rusak. Jadi aliran air nggak sampai kesini (hilir)," jelasnya.

Penelusuran redaksi media ini, saluran air dari sungai besar (Kali Angke) ke arah anak sungai hingga ke saluran irigasi kawasan peternakan ikan di wilayah Kemang memang tidak terurus dan tertangani dengan baik.

Seperti di wilayah dekat Perum Bilabong dan daerah aliran anak sungai lainnya terlihat banyak sampah, lalu adapula tembok - tembok drainase yang runtuh mengakibatkan kebocoran, membuat aliran air sungai untuk irigasi terputus.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh Agus seorang petani ikan konsumsi di Desa Pabuaran Kecamatan Kemang. Menurutnya, ketersediaan pasokan air yang cukup sangatlah dibutuhkan dalam bertani budidaya ternak ikan.

"Iya kalau pasokan air ke kolam ternak kurang, tentu saja dampaknya ikan akan kekurangan makanan. Dampak paling bahaya, ternak ikan bisa banyak yang mati," ujar petani ikan lele dan patin ini.