SUMENEP - Ketua DPP Bidang Hubungan Antar Lembaga Dan Kerjasama Lintas Sektor Asosiasi Desa Wisata (Asidewi) Achmad Fauzi menginginkan keberadaan desa wisata bisa memberikan manfaat ekonomi dalam jangka panjang bagi masyarakat desa.
Sehingga, pola pengembangan wisata desa tidak hanya berfokus pada keuntungan sesaat saja. Namun, bisa menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan dan mendorong pengembangan usaha lokal atau pelaku UMKM.
“Bukan hanya sesaat dan tidak memperhatikan jangka panjangnya, tapi dalam pengembangan pengelolaanya itu harus berkesinambungan. Bagaimana, maka perlu ada kegiatan yang dilaksanakan di desa wisata tadi,” katanya, Selasa (28/5/2024).
Untuk merealisasikan hal itu, maka pemerintah daerah harus berpartisipasi aktif supaya pengembangan desa wisata dilakukan berkelanjutan dengan adanya langkah-langkah komperhenshif dan berkelanjutan.
Sehingga potensi wisata alam dan budaya yang ada di desa itu bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.
“Karena itu lanjutnya, pemerintah daerah (pemda) harus terlibat aktif untuk pengembangan wisata desa dengan menyelenggarakan event-event yang menarik wisatawan untuk berkunjung,” jelas orang nomer satu di lingkungan Pemkab Sumenep ini.
Lanjut dia, bahwa pemda juga harus membuat kalender event dan kegiatan di desa untuk menarik minat wisatawan dengan memanfaatkan kearifan lokal yang ada di wilayah tersebut.
“Butuh keberadaan pemerintah daerah untuk menjaga konsistensi dan eksistensi keberadaan wisata desa. Salah satunya menyelenggarakan kalender event di beberapa kabupatennya,” ucap Bupati Sumenep ini.
Maka hal yang harus diperhatikan untuk pengembangan desa wisata adalah mempromosikan desa wisata, caranya baik melalui media sosial atau di event-event menarik, baik lokal maupun nasional.