LIPUTAN12.ID|Sukajaya, BOGOR – Sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia Basuki Hadimulyono dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjend Monardo didampingi Bupati Bogor Ade Yasin meninjau lokasi bencana alam banjir bandang dan longsor di Kecamatan Sukajaya, Minggu (5/1/2020).
Kepala BNPB dalam keterangannya mengatakan, Presiden ingin akses desa yang tertutup longsor segera dibuka.
“Bapak Presiden memberikan instruksi kepada kami untuk melakukan berbagai upaya agar secepatnya akses ke desa-desa yang terisolir segera terbuka sehingga bantuan dapat segera disalurkan,” kata Letjend Doni Monardo.
Ia menambahkan, hasil pantauan pihaknya dan Kementerian PUPR terdapat enam desa yang masih terisolir akibat jalan tertutup longsor.
“Keenam desa tersebut adalah Desa Kiarasari, Desa Kiara Pandak, Desa Urug, Desa Cisarua, Desa Cileuksa dan Desa Pasir Madang,” tambahnya.
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan, memindahkan seseorang dari tempat tinggal kelahirannya atau kampung halamannya bukan perkara mudah.
“Tapi saya himbau kepada masyarakat, kalau memang daerahnya sudah dianggap rawan bencana, lebih baik pindah ketempat yang resiko bencananya kecil,” kata Basuki.
Lebih lanjut dikatakannya, untuk membuka akses jalan yang terkena banjir dan longsor, sejak kemarin Kementerian PUPR sudah mengirimkan alat berat.
“Sesuai arahan Pak Presiden kita telah kirimkan alat berat ke lokasi yang terkena bencana di Kecamatan Sukajaya, yaitu 6 execavator, 1 loader dan 1 buildozer,” ujarnya.