SUMENEP I LIPUTAN12 - Memaknai momentum Bulan Muharram 1448 Hijriah sebagai bulan penuh keberkahan dan kepedulian terhadap sesama, DRT The Big Family kembali menunjukkan komitmen sosialnya dengan menggelar khitan massal gratis bagi 200 anak, Sabtu (27/6/2026), di Kelurahan Bangselok, Kabupaten Sumenep.

Program kemanusiaan yang berkolaborasi dengan Klinik Al-Fatih tersebut disambut antusias masyarakat. Sejak pagi, ratusan peserta bersama orang tua mereka memadati lokasi kegiatan untuk mengikuti layanan khitan secara cuma-cuma yang ditangani langsung oleh tenaga medis profesional.

Pelaksanaan khitan massal sengaja bertepatan dengan masa libur sekolah. Selain tidak mengganggu aktivitas belajar, waktu tersebut dinilai ideal karena anak-anak memiliki kesempatan lebih panjang untuk menjalani masa pemulihan sebelum kembali ke bangku sekolah.

Owner DRT The Big Family, H. Sofwan Wahyudi, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk rasa syukur sekaligus komitmen organisasinya untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui program-program yang memberikan manfaat nyata.

“Momentum Bulan Muharram mengajarkan kita pentingnya berbagi dan memperkuat kepedulian terhadap sesama. Oleh karena itu, DRT The Big Family ingin mengambil bagian melalui khitan massal gratis ini agar masyarakat benar-benar merasakan manfaat kehadiran kami. Semoga kegiatan ini menjadi amal kebaikan bagi semua pihak yang terlibat,” ujar H. Udik panggilan Akrabnya.

Ia menegaskan, kegiatan sosial seperti ini tidak akan berhenti pada momentum Muharram saja. Ke depannya, DRT The Big Family berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai program sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Kami berharap DRT The Big Family dapat terus konsisten menjalankan kegiatan-kegiatan sosial. Selama kami masih diberi kemampuan dan kepercayaan, insyaallah kami akan terus berbagi serta hadir untuk membantu masyarakat melalui berbagai program kemanusiaan dan sosial lainnya. Kami ingin keberadaan DRT The Big Family benar-benar memberikan manfaat yang berkelanjutan,” tegasnya.

Menurut H. Udik, memilih masa liburan sekolah sebagai waktu pelaksanaan juga merupakan bentuk perhatian terhadap kenyamanan para peserta.

“Anak-anak dapat menjalani proses khitan dengan lebih tenang tanpa harus memikirkan kegiatan belajar. Setelah dikhitan, mereka memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat hingga benar-benar pulih sebelum kembali ke sekolah,” tambahnya.