SUMENEP I liputan12 - BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) terus mengintensifkan sosialisasi program BBS Sekolah, sebuah solusi tabungan digital yang aman, transparan, dan berlandaskan prinsip syariah. Program ini dihadirkan untuk menjawab permasalahan orang tua atas maraknya masalah tabungan masalah di sekolah.

Direktur Utama PT BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, menjelaskan BBS Sekolah tidak hanya menjadi sarana menabung, tetapi juga sebagai platform literasi keuangan yang dimulai sejak dini kepada pelajar. Melalui sistem digital, siswa tidak perlu lagi menyetor uang secara manual kepada pihak sekolah, sehingga proses lebih aman dan tercatat secara otomatis.

“BBS Sekolah ini kami dorong ke semua sekolah agar kasus-kasus yang pernah terjadi tidak terulang lagi. Semua transaksi dicatat dan bisa dipantau langsung,” ujar Hairil, Jumat (15/8/2025).

Program ini menyasar siswa dari seluruh jenjang pendidikan—mulai SD, SMP, hingga SMA—dengan tujuan menanamkan kebiasaan menabung sejak dini melalui cara yang lebih modern dan efisien.

Dalam setiap kegiatan sosialisasi, tim edukasi keuangan PT BPRS Bhakti Sumekar juga memberikan pelatihan penggunaan aplikasi serta edukasi pengelolaan uang secara bijak.

Guru dan wali kelas juga dilibatkan sebagai mitra aktif dalam membangun budaya menabung yang sehat dan aman di lingkungan sekolah.

Fajar menegaskan, sosialisasi BBS Sekolah tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga mengedepankan nilai-nilai syariah dalam pengelolaan keuangan.

“Kami ingin BBS Sekolah ini menjadi gerakan bersama, menghapus kekhawatiran orang tua, dan mencetak generasi cerdas dalam mengelola keuangan,” tutupnya.