KOTA BOGOR | LIPUTAN12 – Ekonom senior Rizal Ramli didorong untuk mencalonkan diri sebagai Presiden Republik Indonesia pada 2024 saat kumpul bareng Budayawan Sunda di Saung Kujang Pajajaran, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (1/1/2022).

Mantan Menko Ekuin era presiden Gus Dur itu menjawab seandainya dia menjadi presiden RI hingga pergerakan di tanah Sunda.

“Saya dari sejak usia 6 tahun di Bogor, saya yatim piatu tinggal bersama nenek. Kemudian pada saat mahasiswa di ITB, otak dan hati saya enggak terima kenapa bangsa Indonesia yang sangat kaya raya sumber alamnya, airnya banyak, juga mata airnya banyak, kok mayoritas masyarakatnya itu gembel. 40 persen enggak pernah menikmati arti kemerdekaan,” ujar Rizal Ramli kepada awak media.

Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman itu menyebut, tanah Pasundan tak lepas dari historisch lot yang menjadi penggerak para tokoh kemerdekaan dibandingkan kota lain, seperti Tirto Adhisuryo, Tjipto Mangunkusumo, Ki Hadjar Dewantara, Soeryopranoto, Douwes Dekker, Sosrokartono, Abdul Muis, Hatta, Sukarno, Natsir dan Sutan Sjahrir.

“Saya menjadi teringat oleh pepatah bijak bahwa kalau tanah Pasundan aman, Indonesia aman. Kalau tanah Pasundan aman nusantara pasti aman, kalau tanah Pasundan damai, nusantara pasti damai, kalau tanah Pasundan makmur insya allah rakyat Indonesia makmur,” ungkap Rizal di hadapan para Budayawan.

Rizal melanjutkan, perjuangan itu bisa dimulai dari tanah Pasundan mengubah Indonesia agar berkah Allah dalam sumber daya alam dan lain-lain bisa digunakan untuk kemakmuran bangsa.

“Kami mulai dari tanah pasundan, kami mulai dari Bogor, kita akan ubah Indonesia lebih adil dan makmur,” jelasnya.

RR mengungkapkan kehadirannya berkumpul bersama budayawan di tempat pembuat kujang Abah Wahyu Affandi Suradinata, bahwa kujang bukan hanya memiliki artian senjata tradisional tetapi nilai sakral untuk menguji diri manusia sendiri untuk tetap mengingat tuhan dengan kata dan tindakan. Manusia tidak boleh berbohong sama gusti allah dan kepada insan manusia.

“Saya senang sekali karena budaya Pasundan ini sangat halus dan damai. Tiasa nyarios Sunda (bisa berbahasa Sunda, red) walapun tidak terlalu halus. Bahasa Bogor. Karena budaya sunda ini satu suka hereui suka banyol, santai tapi serius,” ungkapnya.