SUMENEP – Festival Tembakau Madura Untuk keempat kalinya kembali akan digelar. Event yang telah menjadi agenda tahunan sekaligus perayaan panen tembakau tersebut akan digelar di Desa Lebeng Timur pada akhir pekan ini, selama 3 hari (29-31 September 2023).

Diketahui, Festival Tembakau Madura telah menjadi agenda tahunan sekaligus perayaan panen tembakau tersebut. Festival yang secara konsisten digelar oleh masyarakat Desa Lebeng Timur ini telah mejadi daya tarik tersendiri bagi Kemdikbud RI.

Hal itu dapat dibuktikan dengan terpilihnya Desa Lebeng Timur, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur, menjadi salah satu desa budaya sejak tahun 2021

Kepada awak media, Jufriyanto selaku Ketua Yayasan Masyarakat Tembakau mengatakan, event ini berbasis warga yang berprofesi sebagai petani tembakau. Artinya semua persiapan hingga pelaksanaan semua dikelola masyarakat.

“Ini sudah menjadi tahun ke empat yang kita gelar. Masyarakat Desa Lebeng Timur bergotong-royong dalam mewujudkan hajad mereka, baik tenaga maupun financial,” Katanya, Kamis (28/9/2023).

Jufri menuturkan, pada pagelaran festival dimaksud adalah juga untuk tujuan-tujuan sosial, kultural, dan ekonomi yang lebih luas.

Menurutnya, festival tersebut menjadi ruang kontestasi nilai-nilai kegotong-royongan masyarakat agraris. Nilai-nilai sosio kultural menurut ia dapat dilihat dari praktik-praktik sosial yang terjadi sepanjang persiapan dan pelaksanaan festival.

“Masyarakat Desa Lebeng Timur bergotong-royong dalam mewujudkan hajat mereka, baik tenaga maupun finansial. Sebagai ruang pelestarian budaya, festival ini telah menjadi wadah atraksi pertunjukan kesenian rakyat dan olahraga permainan tradisional,” Tuturnya.

Sementara itu, Kepala Desa Lebeng Timur Abpaisol mengaku sangat mendukung atas digelarnya Festival Tembakau Madura tersebut, karena hal ini sangat berdampak besar bagi masyarakat sekitar.