Ahmad Sofyan Wahid
(Penulis: Jurnalis dan Aktivis Kemanusiaan)

JAKARTA|LIPUTAN12 – Di dunia kampus, Organisasi Kepemudaan (OKP) maupun Organisasi Masyarakat (Ormas) yang survive bisa bertahan adalah mereka yang kreatif dan mampu membaca perubahan zaman.

Pemuda selalu menjadi harapan bangsa untuk masa depan sebuah negerinya. Jika hancur pemudanya maka calon kehancuran sebuah negeri telah di depan mata.

Para aktivis kampus baik BEM, SENAT, ORMAWA, Organisasi Eksternal Nasional atau Internasional, OKP maupun ormas harus mampu dan bisa membaca peluang saat pandemi corona saat ini.

Seluruh dunia terkena dampaknya akibat Covid-19 ini, maka aktivis dituntut kreatif untuk melakukan hal luar biasa dibanding hari sebelumnya.

Seperti kita ketahui dunia aktivis sangat seru dan mengasikan tapi ingat jangan terlena nanti bisa jadi mahasiswa abadi/aktivis sampai tua.

Satu hal yang perlu saya perlu tegaskan di sini, “Segenting apapun kondisi kalian jangan lakukan tindakan bodoh seperti mencuri, jual video porno, jual narkoba, kejahatan online dan kriminal lainnya”.

Khususnya para aktivis perantau pasti sangat terasa ketika jauh dari orang tua. Gunakanlah kreativitas kalian untuk berkarya, berjuang dan terus Fight agar apa yang anda inginkan bisa tercapai.

Jika kalian hobi menulis mungkin kalian bisa jadi penulis lepas, Bisa bernyanyi kalian bisa mengisi musik di cafe cafe, pandai berorasi dan puisi bisa disalurkan di tempat kesenian seperti Taman Ismail Marzuki (Jakarta), Bentara Budaya (Kompas), Warmus, dll.